Posts

Showing posts from 2015

Resolusi Yang Tertinggal

Image
Tahun baru tinggal beberapa jam lagi nih. Sudah siap dengan resolusi tahun ini? Kalau aku mah ngelanjutin resolusi yang belum tercapai aja. Aku orangnya biarkan mengalir seperti air. Mengikuti apa yang terjadi. Ya biar dibilang eksis, ngikut bikin resolusi deh. Tapi ya gitu ada resolusi yang entah dari tahun berapa belum tercapai. Ihiks...



Resolusi 1: Umroh (Ngetrip) sama adik

Dibuat awal tahun 2013. Saat itu kita tiba-tiba pingin banget pergi berdua. Travelling yang agak jauhan. Membolang berdua. Backpakeran.
Ada dua tempat tujuan. Karimunjawa dan Umroh. Nah, mulailah kita nabung bareng. Harapannya sebelum berubah status jadi istri sudah bisa terlaksana. Etapi namanya harapan kadang tak sesuai kenyataan.

Pertengahan 2013 tulangku patah. Batal dong yah. Duitnya juga ikut kepake buat pengobatan. Butuh setahunan buat recovery. Aku juga musti cari kerjaan baru karena tempat lama enggak mau kalau aku kelamaan ijin sakit.
Juni 2015 kemarin Adik menikah dan alhamdulillah sekarang sedang meng…

Jangan Dilepas Ya ... .

Image
Foto ini diambil saat peringatan Hari Kartini. Entah tahun berapa, kalau tidak salah saat aku masih TK kecil. Baju dan riasan dilakukan oleh kakak sepupu yang merangkap sebagai guru tari. Diambil di sebuah studio foto setelah peringatan Hari Kartini di Taman Satwa Taru Jurug. Enggak paham juga kenapa karnaval kok di kebun binatang. Padahal biasanya berlenggak lenggok di jalan. 

Btw fotonya kurang jelas? Memang. Karena foto di blog ini hasil foto yang difoto lagi. Mengambil salah satu koleksi dari album foto. Ada dua pengambilan foto hari itu. Yang satu fotoku bersama mama dan papa dan yang lain ya foto ini. Sebetulnya setelah foto bertiga, Mama dan Papa berniat mengambil fotoku sendiri. Kan cantik tuh ya, terus dipajang di dinding. 

Kece Bersama Online Shop

Image
Di zaman internet sekarang, segala sesuatu terasa mudah. Cari hiburan, lihat peta, tinggal online, ketik-ketik, ketemu deh yang dimau. Bahkan belanja pun bisa dilakukan lewat online. Enak banget kan tuh, enggak perlu repot bawa barang soalnya si barang yang akan datang sendiri ke rumah. Dianter om delivery sih.

Untuk urusan belanja online ini, aku termasuk golongan yang anti. Alasannya sih simple. Takut dibohongin. Kan banyak tuh ya cerita tentang penipuan. Mulai dari transfer tapi barang enggak dikirim atau dikirim tapi tak sesuai pemesanan. Karena alasan itulah aku selalu menyempatkan waktu khusus berbelanja. Trus pulang-pulang rempong bawa banyak plastik belanjaan. 

Ternyata yang Seperti Ini ...

Image
Saya tahu berjilbab adalah perintah Allah. Saya paham jika hal tersebut tertulis dengan jelas di Al Qur'an. Saya baca kok. Tetapi, saya belum siap untuk berjilbab. Lebih baik menjilbabi hati dulu. Kalau udah beres, baru deh pakai jilbab. Yah, paling enggak kalau sudah nikah deh jilbabannya. Posisi udah aman.

Itu adalah alasan klise yang saya sampaikan ketika beberapa teman menasehati saya untuk menutup aurat. Mereka enggak secara frontal sih nyuruhnya, tetapi sering banget berkata jikalau, seandainya kamu pakai jilbab, pasti kelihatan lebih oke. Lebih keren. Lebih cantik dan berbagai pujian yang lain.

What Movie Are You: Kasih Nenek Sepanjang Masa

Image
Ngomongin soal film selalu membuatku semangat. Soalnya aku termasuk pecinta film. Tak ada genre tertentu sih. Aku bisa menikmati segala jenis film kok. Mulai yang lokal, interlokal, komedi atau horor. Eh tapi, ada satu sih yang aku enggak begitu suka. Film action yang asli action doang. Sebel aja liat darah dan orang tonjok-tonjokkan. Hehe...

Nah, gara-gara GA Mbak Evrina nih, aku jadi mengingat-ingat film yang berkesan. Ada beberapa sih sebetulnya. Tapi pilihanku jatuh di sebuah film Korea. Tokoh utamanya nenek dan cucunya. Termasuk film jadul dan aku lupa judulnya. *LOL Syukurlah ada Mbah Google yang bisa menjawab segala pertanyaan. Gampang untuk menelusuri judul film. Jauh lebih gampang dibanding menelusuri isi hatimu *eeaaa... Dan film ini adalah ... The Way Home (Jiburo).

Seingatku pertama lihat di sebuah televisi swasta yang berlogo ikan terbang. Di beberapa review ditulis tahun 2002. Karena mau membahas film itu, enggak afdol dong kalau enggak lihat lagi. Tengoklah ke youtube …

#OOTDAlaAku : Kotak-kotak Penggembira

Image
“Ajining diri dumunung ana ing lathi.  Ajining raga ana ing busana.”

Pernah mendengar pepatah Jawa tersebut? Berikut artinya,Ajining diri dumunung ana ing lathi yaitu nilai diri berasal dari ucapan. Sedangkan arti Ajining raga ana ing busana adalah nilai raga berasal dari pakaian.
Dari pepatah tersebut jelas banget ya betapa pakaian itu penting. Selain penutup aurat, buat aku pakaian juga bisa menentukan moodku. Dari pakaian yang kupakai hari itu bisa terlihat jelas apakah aku sedang seneng atau sedih. 
Sebetulnya selera bajuku simple. Enggak suka model yang aneh-aneh. Biasanya sih cuma atasan, bawahan ditambah jaket. Tetapi gaya berpakaian dipengaruhi banget sama mood. Ada kalanya aku tampil kece sekece-kecenya. Tapi terkadang juga tampil berantakan. Tabrakan sana-sini. Tapi tabrakannya tuh enggak match sama sekali. Biasanya kalau enggak jelas gitu berarti sedang bad mood. Dan biasanya pengaruh ke kerjaan sih. Jadi males-malesan gitu *alesyaaan…
Diantara tumpukan baju yang bertengger di l…

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Image
Wanita dituntut untuk cantik. Setidaknya berpenampilan rapi dan menarik. Sebagai seorang wanita, pasti aku juga ingin penampilan oke. Bagian paling sulit dari kecantikan menurutku adalah merawat. Yes, merawat. Musti telaten dan terkadang menyakitkan. Aku punya pengalaman tentang kecantikan yang menyakitkan.

    Memiliki wajah putih itu mimpiku. Apalagi bermunculan iklan-iklan yang menjanjikan putih dalam waktu singkat. Sebagai remaja yang labil, aku tergoda dong. Sebuah produk pun dibeli. Awalnya sih oke, tapi dasarnya aku yang labil. Saat ada iklan pemutih yang lain, aku pun tergoda. Apalagi harga lebih murah, cocok di kantong anak sekolah. Tapiii ... kali inizonk aku dapat. Pelembab itu enggak cocok di mukaku. Jerawat muncul semena-mena. Balik lagi ke pelembab lama, hasilnya sama. Jerawat tetap muncul. Dan sejak saat itu mukaku enggak cocok dengan produk pemutih. Wajahku juga tidak bisa bersih total. Setidaknya ada satu jerawat kecil menghias.

    Seorang teman menyarankan per…

Hari Pertama Masuk Sekolah

27 Juli 2015, hari pertama masuk sekolah. Di setiap medsos tersebar gambar anak berseragam rapi meski sedikit kedodoran, dengan aksesoris sekolah lengkap. Bagi mommy and daddy yang baru memasukkan anaknya ke playgroup, TK atau SD, lucu melihat polah anak mereka. ada yang difoto nyengir memamerkan gigi ompongnya. Rambut dikuncir dua, tas yang lebih besar daripada yang punya, dan selanjutnya.

Buat yang masuk SMP atau SMA sih agak gimana ya, enggak lucu aja sih buat aku, dikuncir lima, bawa tas karung goni atau atribut yang bikin heboh sekampung. Iya sekampung, biasanya si ortu sampai tanya-tanya tetangga sebelah gara-gara barang bawaan yang enggak dimengerti. Curhat dikit mengenang ospekku dahulu.

Cerita Tentang Meksiko

Image
Judul: Seri Cerita Rakyat Dunia : Cerita Rakyat Meksiko Penulis : Dian Sukma Kuswardhani Penerbit : Rainbow  Tahun terbit : 2015 Halaman : viii + 136 ISBN : 978 -979 -29 -4207 1

Meksiko adalah sebuah negara di benua Amerika. Seperti halnya negara lain, Meksiko juga memiliki kisah yang diceritakan secara turun temurun.
Di dalam buku Seri Cerita Rakyat Dunia ini, terdapat 12 kisah yang membuat kita lebih mengenal Meksiko. Kisah-kisah tersebut berupa mitologi atau kehidupan dewa dewi kepercayaan masyarakat setempat, legenda juga fabel.
La Calle De La Quemada adalah salah satu kisah favorit saya. Dikisahkan seorang saudagar kaya raya Meksiko memiliki seorang putri yang jelita. Dona Beatriz namanya. Selain menawan, dia juga baik hati. Karenanya dia sering menjadi buah bibir di kalangan pemuda Meksiko

Hello World.... We are The Ridwan ^^

Image
Aku ini termasuk banci foto. Dimana ada kesempatan pasti foto. Saat ngumpul bareng temen, sedang dalam perjalanan atau melakukan sesuatu. Enggak ada yang fotoin ya selfie lah. Secara ya banyak jalan menuju Roma. Jaman udah canggih juga :D


Habis itu sebarin deh ke sosmed. Tanpa edit kalo fotonya dah keren. Intinya sih enggak ingin melewatkan suatu moment. Yah, tambah pamer-pamer dikit lah, hehee... . Meski memiliki banyak foto di hampir setiap acara hidupku, ada satu foto yang jadi obsesiku. Foto bareng The Ridwan.

Tentang Kamu Tuan W

Image
Aku bersandar di tembok sebuah minimarket. Menanti memang selalu menjemukan. Pria di dalam bilik ATM itu tak jua menyelesaikan aktivitasnya. Beberapa motor memasuki halaman parkir.  Saat salah satu pengendara itu melepas helm, aku tertegun. Dia!

Pria itu turun dari motor. Mata kami bertemu. Keningnya berkerut seakan mengingat sesuatu. Mulutnya lalu membuka seakan hendak berkata sesuatu. Pintu ATM terbuka. Aku langsung memasuki bilik. Pria itu melanjutkan langkah ke dalam minimarket. Kepalanya sempat menoleh ke bilik ATM yang terletak di depan minimarket.

Aku mengetuk-ngetuk meja pertanda tak sabar. Woro sahabatku masih berbincang-bincang dengan anggota yang lain. Berkenalan. Aku sudah bosan.

Beberapa senior memasuki ruang kelas. Molor tiga puluh menit dari yang dijanjikan. Setelah berdoa, prakata tentang kegiatan pecinta alam pun dimulai. Aku mencoba memperhatikan penjelasan dan mencatat beberapa hal yang kupikir penting. Tujuannya sih agar dikira serius oleh senior.

Semua Akan Ada Waktunya

Image
Pernah pada suatu waktu aku berpikir Tuhan tak adil. Dilahirkan sebagai anak kedua dalam keluarga, ajaibnya wajahku berbeda dengan kedua saudara perempuanku. Aku duplikat wajah mama sementara kakak adikku seperti kembar. Aku terasa asing di keluarga ini. terlebih mendengar celoteh sekitar. Kok enggak mirip? *asah penggaris.
Menjadi anak kedua, berarti mewarisi bekas kakak. buku pelajaran, baju, dan beberapa hal lain yang khas diturunkan kakak ke adik. Selain mendapat ‘warisan’, memiliki kakak cantik dan pintar sangat sulit. Setiap saat selalu siap untuk dibandingkan. Kakaknya selalu juara kelas sedangkan aku tak pernah menyentuh angka 3 besar. Lagi-lagi suara sumbang berkata, “Beda ya ama kakaknya. Kalau kakaknya … .” *asah cutter.
Hal tersulit adalah ketika Ayah memutuskan menikah lagi. Aku akan memiliki ibu tiri! Sedangkan Mama belum sampai setahun berbaring di dalam tanah. Jiwa remaja yang baru beberapa bulan berseragam  abu putih bergolak. Hidup ini tak adil! Kemarin Tuhan mengambil…

Yang Pertama Darinya

Image
Kado selalu istimewa buatku. Setiap kado pasti memiliki cerita tersendiri. Entah tentang pengirimnya atau  isi kado itu sendiri. Alhamdulillah, aku termasuk sering dapat kado dari orang-orang di sekitarku. Ada yang membuat senang, haru bahkan sedih.
Diantara semua kado, ada satu yang menurutku special. Kado pertama dari abang beruang. Benda ini diberi saat masa-masa promosi (masa awal aku dekat dengan dia). Ini penampakan kadonya

Waktu itu aku masih bed rest setelah kecelakaan yang kualami. Rasa bosan mendera. Buku-buku, koran, tabloid yang ada sudah kulahap habis. Setiap kali menengok beranda facebook bersliweran quote dari Abang Tere Liye. Kebanyakan diambil dari Daun yang jatuh tak pernah membenci angin dan kau, aku, dan sepucuk angpau merah. Penasaran pun menghampiri. Ingin tahu isi bukunya. Dari quote yang tersebar sih sepertinya keren.

Kado Untukku

Image
Januari telah menyapa, 2015 telah tersenyum. Di bulan pertama ini, banyak orang tercinta di sekitarku yang merayakan hari lahir. Dimulai tanggal 5 kakakku, 10 si tuan beruang, 21 keponakan ganteng, dan teman-teman sekolah di tanggal 17 dan 20. Hoho… banyak ya yang ultah.
Tapi yang teristimewa adalah tanggal 27 Januari, hari lahirku *prok prok tepuk tangan.  Nah, pas banget nih momennya sama give awaynya Mami Ubii . Sang gadis yang hendak berulang tahun ini pingin banget dapat hadiah baju renang muslim polos.
Jadi ceritanya aku harus selalu rajin latihan otot kaki untuk mempercepat pemulihan pasca operasi. Salah satu olahraga yang disaranin dokter dan fisioterapis adalah renang. Renang itu bisa memperkuat  otot kaki dan tangan, memperbaiki postur tubuh akibat kebiasaan lampau juga bagus melatih  pernapasan. Aku ada bakat asma juga soalnya.
Sempet sih tengok-tengok ke beberapa toko di kota tercinta. Tapi sayang, baju renang yang dijual bermotif semua. Ada yang zebra, bunga-bunga bahkan lor…