What Movie Are You: Kasih Nenek Sepanjang Masa

Ngomongin soal film selalu membuatku semangat. Soalnya aku termasuk pecinta film. Tak ada genre tertentu sih. Aku bisa menikmati segala jenis film kok. Mulai yang lokal, interlokal, komedi atau horor. Eh tapi, ada satu sih yang aku enggak begitu suka. Film action yang asli action doang. Sebel aja liat darah dan orang tonjok-tonjokkan. Hehe...

Nah, gara-gara GA Mbak Evrina nih, aku jadi mengingat-ingat film yang berkesan. Ada beberapa sih sebetulnya. Tapi pilihanku jatuh di sebuah film Korea. Tokoh utamanya nenek dan cucunya. Termasuk film jadul dan aku lupa judulnya. *LOL Syukurlah ada Mbah Google yang bisa menjawab segala pertanyaan. Gampang untuk menelusuri judul film. Jauh lebih gampang dibanding menelusuri isi hatimu *eeaaa... Dan film ini adalah ... The Way Home (Jiburo).

Seingatku pertama lihat di sebuah televisi swasta yang berlogo ikan terbang. Di beberapa review ditulis tahun 2002. Karena mau membahas film itu, enggak afdol dong kalau enggak lihat lagi. Tengoklah ke youtube dan film ini dengan suksesnya membuat airmataku jatuh (lagi) . Tiga kali lihat, tiga kali dibuat mewek. Emang ya film Korea jago membuai perasaan.

gambar dari google yah

Dikisahkan Sang Woo (7 tahun) yang terpaksa dititipkan ke neneknya di desa. Menjadi single parent tanpa pekerjaan bukan hal mudah bagi sang ibu. Karenanya Sang Woo harus tinggal dengan sang nenek sampai dia mendapat pekerjaan. Dimulailah petualangan Sang Woo si anak kota yang harus hidup di desa dengan seorang nenek yang bisu, bongkok dan tak bisa membaca menulis.


Sangwoo digambarkan sebagai anak kota yang egois, tak sopan, pelit, dan gengsian. Stereotype khas orang kotalah. Saat melihat perlakuan Sangwoo ke neneknya, rasanya ingin menjitaknya. Anak lelaki itu harus diajari sopan santun. Dia tidak mau bersalaman, berkata buruk, dan tidak menghargai sang nenek. Gameboy yang menjadi dunianya. Setiap hari dia sibuk bermain gadget itu. Hingga akhirnya baterai gameboynya habis. Eh, dia malah ngamuk ke neneknya. Apa salah sang nenek coba? Ngerti gameboy aja enggak.


Dalam perjalanan menuju rumah nenek
Tapi ada kalanya tingkah Sangwoo yang bikin tertawa. Contohnya saat Sangwoo tersesat. Dia menangis karena lupa jalan. Akhirnya seorang Pak Tua (tetangga nenek) mengantarnya pulang. Sang nenek sudah menunggu di jalan dekat rumah. Sang Nenek mengajaknya pulang. Tetapi Sangwoo terus menangis. Akhirnya Sang Nenek berjalan meninggalkan Sangwoo.
“Kau mana kemana?” tanya Sangwoo. Dia lalu melangkah menuju rumah dan sang nenek mengikuti dari belakang.

Sangwoo ngambek

potongan rambut ala nenek


Si anak kota jatuh cinta


Walau kelihatannya tak perduli, diam diam Sangwoo perhatian juga. Jemuran nenek diangkat biar enggak basah


Masih banyak hal menarik dari film ini. Banyak pesan yang terselip. Salah satunya tentang pengorbanan orang tua. Sebetulnya apa yang dilakukan orang tua tuh pingin membahagiakan anaknya. Mungkin jadi enggak sreg buat kita karena perbedaan pemahaman. Tapi kita harus tetap menghargai apa yang dilakukan orang tua. Setidaknya berterimakasih. Kalau lihat fisik Sang Nenek, tingkah Sangwoo, hiks... Tega nian Sangwoo. Pokoknya film ini recomended banget deh! Yuk, dilihat.

*semua gambar diambil dari Youtube.*


"Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp Second Giveaway: What Movie are You?"


Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran