Hujan… saya selalu menyukai hujan. Menyukai suaranya ketika perlahan turun ke bumi atau mencium aroma harumnya saat jatuh ke tanah. Hujan selalu mempesona saya. Terkadang saya mengamati derai hujan dari balik jendela, mengamati butir butir air yang tercipta di kaca jendela. Atau sesekali membiarkan tangan saya terkena air hujan dan cipratan cipratan kecil mengenai pakaian dan wajah saya. Melihat hujan dari balik jendela terasa seperti kebiasaan ABG Galau saat ini. tapi saya selalu senang mengamati hujan. Tepatnya saya menyukai air.

Ya, saya selalu menyukai air. Saya selalu lama menghabiskan waktu di kamar mandi hanya untuk sekedar bermain air. Aktifitas rumah tangga yang saya sukai selalu berhubungan dengan air. Memainkan gelembung sabun saat mencuci piring juga terasa menyenangkan. Ketika liburan pun saya memilih menghabiskan waktu di pantai. Melihat ombak berkejar kejaran menggoda bibir pantai. Mendengar suara deru ombak itu dan membiarkan kaki saya basah terkena ombak.

Mungkin karena saya seorang Aquarius. Karena itu saya begitu cinta pada air. Atau mungkin karena saya juga termasuk agen Neptunus J . Salah satu novel yang saya suka adalah novel Dee Lestari, Perahu Kertas. Dulu ketika filmnya muncul saya tidak tertarik karena saya kurang suka dengan salah satu pemainnya. Hehehe… tapi setelah membaca novelnya, saya jatuh cinta pada novel itu. walo saya tidak sepenuhnya  seperti tokoh Kugy dalam cerita itu.. Tapi saya pernah menjadi sosok Kugy. Menjadi seseorang yang terlihat berbeda dari orang kebanyakan. Mempunyai mimpi yang terkadang ditertawakan orang. Bahkan memiliki masa saat berpakaian “aneh”. Saya ingat ketika itu teman saya menjuluki saya rocker, dengan skinny jeans dan sepatu kets. Tapi akhirnya saya mampu membuat langkahnya terhenti dan tersenyum kagum ketika kita berpapasan. Terkadang tatapan matanya masih mengikuti saya ketika saya berlalu di depannya. Sepertinya itik buruk rupa sudah berubah menjadi seekor angsa :D.  Tapi sayang saat ini saya belum menemukan Keenan saya dan masih ada mimpi saya yang masih saya coba raih. Tapi suatu hari saya yakin mimpi kecil saya akan tercapai.

Hujan selalu membuat orang merasa jatuh cinta dan mengharu biru untuk beberapa orang. Menumpahkan semua yang dirasa atau sekedar membentuk siluet wajah yang dirindukan. Beberapa penyair pun menumpahkan ceritanya tentang hujan. Salah satu penyair kesukaan saya Sapardi Djoko Damono  bercerita tentang hujan. Puisi yang saya suka adalah Kuhentikan Hujan. Meski puisi itu tidak bercerita tentang hujan. Saya jatuh cinta pertama kali saat mendengar musikalisasinya. Seorang teman yang mengenalkannya kepada saya.

Hujan mampu merubah mood saya. Entah kenapa.. terkadang tiba-tiba saya menjadi galau ketika hujan. Saya jatuh cinta pada hujan. Jatuh hati pada suaranya, pada harumnya dan menantikan usai hujan. Karena saya tahu pelangi telah menunggu untuk menghias langit. Dan pada suatu hujan, tiba-tiba saja tangan saya mengetik baris-baris kalimat ini. tidak istimewa tapi saya suka ^_^
Kali ini aku tak ingin menghentikan hujan.
Membiarkan hujan turun dan membentuk siluet wajahmu.
Membiarkan tetesan airnya jatuh jauh berkelana mengantar desahku menyebut namamu.
Mengingatkan kembali pada janjimu
Aku tahu kau mendengarku… mendengar tawaku yang tergelak saat kau ada di sini
Masih di tempat yang sama, dengan hati yang berbeda tapi harapan yang sama


membiarkan hujan membasahi jemari tangan













Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran