Yang Kurindukan Di Perantauan




Merantau membuat saya memahami banyak hal. Bukan hanya sekedar mahalnya harga tiket seperti yang sering dimunculkan dalam meme. Saya menyadari betapa indahnya kota asal itu. Bukan berarti dulu sebelum merantau saya enggak bangga. Saya sangat cinta dengan Solo, kota kelahiran saya.
Setelah merantau saya paham bagaimana perasaan teman-teman seperantauan yang sedang homesick. Disaat mereka ingin pulang dan malah saya pameri dengan berbagai hal seru seperti makanan atau event-event tertentu. Karma itu ada saudara-saudara. Rasanya gimana gituuu… pahit-pahit sedih.
Meskipun di kota perantauan saya yaitu Jakarta, adalah tempat berkumpul berbagai suku bangsa dan banyak orang Jawanya, tetapi yag orisinil tetap lebih mantap. Salah satu yang saya kangenin dari Solo adalah makanan. Selain rasanya yang enak juga harganya murah. Banyak yang setuju kan kalau saya bilang makanan di Solo murah-murah. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu diberi kesempatan buat tengok Ayah di rumah. Wisata kuliner sejenak pun dilakukan. Yeeeaah…!!!



1. WEDANG RONDE


    Wedang Ronde adalah nama salah satu minuman. Wedangnya (kuah) terbuat dari air jahe. Ciri khas wedang ini adalah ronde. Ronde merupakan  bulatan yang terbuat dari tepung ketan. Didalamnya diisi kacang. Biasanya satu porsi isinya 3 sampai 5 ronde. Tergantung besar ronde atau keakraban kita dengan pak penjual. Hehe… .

     Selain bulatan ronde, didalamnya juga ada kacang dan kolang-kaling. Si wedang ronde ini agak mudah ditemukan di beberapa kota, termasuk Jakarta. Mungkin karena membuatnya mudah ya. Tetapi ada versi lain wedang ronde. Selain kacang dan kolang-kaling, ada yang ditambah dengan roti tawar.

    Hal ini saya temukan di Jogja. Buat saya agak aneh ya, karena yang dikasih roti itu biasanya wedang asle. Dan wedang asle enggak dikasih ronde tetapi semacam agar-agar. Kuahnya juga ditambah santan. Berdasar pengamatan, pedagang yang jualan asle, biasanya juga jualan ronde. Tetapi penjual ronde belum tentu jualan asle.

2. NASI LIWET
    Kalau makanan yang ini pasti sudah kondang sebagai makanan khas Solo. Di Jakarta juga bisa ditemukan. Nasi liwet ini menjadi andalan saat sarapan. Dengan uang Rp 5.000 sudah mendapatkan porsi yang mengenyangkan dan enak. Bahkan aku pernah beli Rp 3000. Kalau harga segitu porsi anak kecil dan ayam suwirnya lebih sedikit.


    Selain ayam suwir alias daging ayam yang disobek tipis-tipis, kita bisa memilih jenis lauk lain seperti bagian paha, dada atau kepala. Tentu dengan harga yang beraneka ragam. Pakai uritan juga nikmat. Apalagi ditambah krupuk atau karak. Yummy… . Perpaduan nasi liwet putih dengan sayur papaya muda ditambah telur dan sedikit aron santan.

3. DAWET SELASIH



    Kalau minuman ini juga termasuk kuliner terkenal dari Solo ya. Sering sekali keluar di acara kuliner TV. Yang saya suka dari dawet selasih adalah rasanya yang ringan. Saya bukalah penyuka olahan santan termasuk dawet. Tapi entah dawet ini bikin jatuh cinta. Dawet ini selain berisi cendol juga ada bubur sumsum dan ketan hitamnya. Silahkan berkunjung ke Pasar Gede untuk mencobanya.

4. SATE AYAM PAK IKA

reemamifta.blogspot.com

    Kalau yang ini adalah makanan kesukaan Ayah. Jadi setiap kali ada kesempatan, pasti Ayah mengajak ke sini. Lokasinya terletak di daerah Ngemplak. Dekat dengan Patung Ganesha. Rasanya sama dengan sate yang ada di dekat Stasiun Balapan. Meskipun bentuk warungnya sederhana, tetapi pengunjungnya tak pernah sepi. Selalu saja ada yang datang dan pergi.

5. AYAM KREMES
    Makanan ini sedang sangat saya rindukan. Tapi sayang belum bisa dinikmati karena keterbatasan waktu. Yang bikin kangen adalah kremesnya. Kremes dibuat dari dari tepung dan kaldu lalu digoreng. Yang membedakan kremes Solo adalah bentuknya. Kalau kremes yang pernah saya beli di Jakarta, kremesnya sedikit, keras dan berbentuk remukan. Aduh apa ya Bahasa Indonesia remukan. Hancur kali ya.

    Sedangkan kremes Solo itu besar-besar. Teksturnya bolong-bolong mirip jaring laba-laba. Ayam kremes yang saya rindukan adalah Ayam Kremes Letto yang dijual dekat rumah. Kalau nasi liwet menjadi andalan saat sarapan. Ayam Letto jadi andalan saat makan siang atau malam. Ayam Kremes model Letto ini termasuk sulit ditemuin di Jakarta. Kebanyakan jualnya ayam penyet atau ayam kremes yang seperti diceritakan tadi.

   Untungnya saat pulang kampung sesaat kemarin, saya sempet foto-foto. Selain untuk dipamerkan di sosial media, juga sebagai pengobat kangen ketika tiba-tiba dilanda rindu lagi. Biar makin kangen dan ngiler, foto yang dibuat harus mengugah selera dong. Untungnya saya sudah memiliki hape Asus. Seri yang saya miliki seri Asus ZenFone 3 Max. Happy deh pakai hape ini, kenapa? Daya baterainya awet. Saya enggak perlu resah gelisah takut kehabisan baterai dan kehilangan moment. Sejak pakai Asus ZenFone 3 Max saya juga enggak perlu bawa bekal powerbank lhoo.

    Serunya di hape Asus ini ada forumnya yang khusus membahas tentang hape Asus. Namanya Zen Talk. Di forum ini membicarakan banyak hal mulai dari event, info terbaru bahkan tips dan trick aplikasi yang ada di Asus. Saya baru ngeh lho kalau hape Asus ini ada PixelMaster Camera. Fitur-fiturnya mendukung performa kamera hape. Setelah baca-baca di forum, saya merasa kudet banget. Biasanya foto dengan mode auto doang. Okelah, hape boleh smart tetapi pemakainya belum tentu smart kan.

   Apa sih Pixelmaster Camera itu? Pixelmaster merupakan teknologi yang dikembangkan oleh Asus yang menggabungkan software,hardware dan lensa untuk menghasilkan gambar yang lebih baik, jelas dan seakan sama dengan nyatanya. Dalam web resmi Asus dijelaskan Zenfone 3 memiliki teknologi auto-focus Tritech. Gabungan tiga teknologi yang berfokus pada laser, deteksi fase dan auto-focus yang berkesinambungan. Sehingga dapat diperoleh focus jelas dalam 0,03 detik yang berarti 10x lebih cepat dari kedipan mata.

Hasil foto dengan mode Low Light. -Taman Pelangi Yogyakarta-
   Selain itu ada metode Low Light. Mode ini disimbolkan dengan burung hantu. Seperti burung hantu yang dapat melihat dengan jelas meski gelap, metode ini pun mampu menangkap objek lebih jelas meski cahaya rendah tanpa flash. Ada juga metode HDR yang cocok dipakai saat blacklight. Juga metode Selfie yang mampu mendeteksi wajah sehingga menghasilkan foto yang kece. Selfienya pun tak harus dari kamera depan, pakai kamera belakang pun jadi. Selain itu masih ada mode Panorama, Depth Field, Super Resolution, Beautification serta Time Rewind.

   Dengan adanya PixelMaster Camera ini membuat aku semakin merasa tak salah pilih handphone. Selain hasil foto yang ciamik juga awetnya yang semakin melengkapi. Jadi pastikan ya momentum terabadikan lewat Asus.

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.


Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran