Kamu???

"Tipe kekasih yang kamu dambakan seperti apa?"

Aku (berseragam putih biru): Yang ganteng, putih, tinggi, anak band. Pegang bass atau vokalis. Drummer juga boleh. Agak nakal gitu.

Aku (saat berseragam putih abu-abu): Yang ganteng, lucu, suka musik dan bisa main alat musik. Tinggi dan pinter.

Aku (udah jadi anak kuliah): Yang lucu, pinter and suka musik.
Gantengnya???
Enggak ganteng enggak apa-apa. Ganteng tapi oon, ilang gantengnya. -ungkapan hati orang yang tersakiti cowok ganteng-

(Menjelang akhir kuliah): Seiman, pintar, lucu, dan setia.
Dalam bagian ini, aku pernah jatuh hati dengan pria ganteng nan pintar yang beda agama. Rasanya deg-degan. Hubungan enggak berjalan mulus. Enggak dapat restu dari orang tua. Sebelum semakin dalam, kisah ini sampai disini. Berakhir dengan keambangan.

Kalo dibaca, "tipe kekasihku" mengalami perubahan. Di usia belia, seleraku sangat berdasar fisik seperti tinggi atau wajah yang ganteng. Semakin dewasa, selera pun berubah. Lebih memilih inner dibanding outer.

Benar yang dikatakan orang-orang dewasa atau buku-buku itu. Bahwa fisik akan habis dimakan usia, sedangkan kepribadian akan tetap berjaya. Sekarang jika ditanya bagaimana tipe kekasihku, tegas akan kujawab, "Aku enggak cari kekasih. Carinya suami."

Trus kapan nikah???

"Nanti. Kalo kamu mau jadi ngado atau nyumbang, sini aku terima duluan. Syukur-syukur mau jadi sponsor. Enggak usah nunggu pas nikahan, sekarang tetep diterima kok."

Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran