Sebuah Cerita di 2014



Tahun 2014 ini aku termasuk rajin mengisi blog. Meski program minimal satu artikel tiap bulan belum bisa kupenuhi. Hehe…  terlalu banyak excuse yang dipakai. Tapi setidaknya aku pernah menulis beberapa artikel dalam satu bulan.


Artikel yang paling istimewa buatku adalah ABOUT MY DECISION. Artikel ini paling cepat aku tulis. Langsung kupost tanpa perlu diendapkan. Meski beberapa waktu kemudian aku edit lagi.


Artikel ini kutulis dengan sepenuh hatiku. Curhatan tentang kegalauan menjelang operasi penggantian sendi. Kecelakaan yang kualami di tahun 2013 menyisakan sebuah masalah untukku. Bermula dari nyeri yang tak hilang, dokter meminta ronsen ulang. Dan ternyata sendi panggulku patah.


Sedih, kaget, takut, dan aneka perasaan bercampur. Terlebih sang dokter memvonis untuk mengganti sendiku dengan prosthesis, sendi buatan. Usiaku masih muda, belum menikah, dan yang membuat down adalah aku harus siap 10-15 tahun menjalani operasi revisi. Tak ada yang sesempurna ciptaan Tuhan.


Rasanya kacau dan kalut. Banyak hal yang jadi pemikiran hingga akhirnya memilih tetap bertahan dengan kondisi patah. Bertemu dengan teman-teman yang senasib membuat saya makin yakin dengan pilihan ini. Nyatanya bertahan setahun dalam kesakitan tidak mudah. Tetapi bukan berarti memutuskan operasi juga mudah.


Saat itulah saya membuat artikel ini. Bercerita tentang kegundahan dan  keputusan yang saya ambil. Semua saya tuangkan dalam blog. Saya berpikir pasti banyak orang yang mempertanyakan pilihan saya. Kenapa? Dan lebih mudah jika saya jelaskan lewat tulisan biar mereka membaca sendiri. Mungkin unek-unek saya bisa membantu memilih. Setidaknya memberi gambaran apa yang akan terjadi.


Memasang prosthesis dalam tubuh menambah kualitas hidup. Tetapi tentu saja ada efek-efek yang bisa terjadi. Hal terburuk seperti infeksi. Alhamdulillah beberapa kawan yang membaca blog saya merasa terbantu. Mereka akhirnya mampu memutuskan apa yang mereka lakukan.


Setelah dipost artikel ini sempat mengalami beberapa editing. Pertama karena masih menemukan typho, lalu foto ronsen tulang panggul. Tapi artikel inilah yang paling menguras hatiku. Salah satu keputusan terbesar yang kubuat dalam hidup.



Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran