HIPNOTIS

May 17, 2014

Aku tak bisa mengalihkan pandangan dari pria yang duduk di hadapanku. Sejak dia dan rombongannya naik, aku tak berhenti mengamatinya.

Apa istimewanya dia?Wajahnya biasa saja. Sesekali dia menatapku dan menarik garis bibirnya. Senyumnya tak menggoda. Tapi mataku bergeming memandangnya. Dia bahkan tak memperdulikanku. Asyik berbincang-bincang dengan ibu-ibu disebelahnya. Diantara rombongannya, hanya dia yang cerewet. Teman-temannya yang lain diam membisu. Termasuk dua pria yang mengapitku.

Mungkin caranya bercerita yang mempesonaku. Dia begitu ramah dengan ibu-ibu penjual sayur yang duduk disebelahnya. Tidak, Sang Ibu yang lebih banyak berbicara. Tanpa sungkan dia menceritakan kehidupannya. Pria itu tertawa sambil sesekali menimpali. Padahal menurutku ceritanya tak lucu. Aku bahkan tak sepenuhnya paham apa yang sebetulnya mereka ucapkan.

Pria di sebelah menggangguku. Cara duduknya semena-mena. Sikutnya tiba-tiba mengenai dadaku. Ingin aku menceramahi dia tentang kesopanan dan bersiap-siap untuk berteriak jika dia melakukan hal yang lain. Tapi hanya sejenak sikutnya mengenai tubuhku, aku pun batal berteriak.

Entah otak atau hatiku yang berbicara. Tiba-tiba ada suara yang memintaku untuk melihat tas. Sesuatu mendorongku untuk menggerakkan tangan dan mengambil tas. Tapi posisi sikut pemuda tadi menahan tubuhku bergerak. Nanti saja, pikirku. Bentar lagi sampai ditujuan. Toh uang untuk membayar sudah kusiapkan di kantong.

“Kiri!”
Pak sopir pun menghentikan angkotnya. Dengan gesit aku segera turun. Sekilas kulirik pria yang duduk diseberangku, dia tersenyum ramah. Aku membayar ongkos, angkot pun berlalu.

Jantungku berdetak kencang. Sesaat aku menahan nafas. Tanganku liar mengaduk-aduk isi tas. Kukeluarkan semua isinya. Tak perduli pandangan orang yang melintas. Penuh harap aku berlari menuju wartel. Kutekan nomor. Nada sambung sekali lalu suara wanita menyapaku, “Maaf, nomor yang ada hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan …”

Aku terguguk. Nokia 8310-ku raib. Terlintas kenangan dua bulan lalu. Ketika ayah mengajakku ke sebuah mall. Membiarkan aku memilih model hape yang kumau sebagai hadiah ulang tahun ke-20.


Hapeku malang.Gambar diambil dari google :)









You Might Also Like

1 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

kumpulan-emak-blogger

Flickr Images