Hello World.... We are The Ridwan ^^

April 03, 2015



 Aku ini termasuk banci foto. Dimana ada kesempatan pasti foto. Saat ngumpul bareng temen, sedang dalam perjalanan atau melakukan sesuatu. Enggak ada yang fotoin ya selfie lah. Secara ya banyak jalan menuju Roma. Jaman udah canggih juga :D


Habis itu sebarin deh ke sosmed. Tanpa edit kalo fotonya dah keren. Intinya sih enggak ingin melewatkan suatu moment. Yah, tambah pamer-pamer dikit lah, hehee... . Meski memiliki banyak foto di hampir setiap acara hidupku, ada satu foto yang jadi obsesiku. Foto bareng The Ridwan.

Tentang Kamu Tuan W

February 15, 2015

Aku bersandar di tembok sebuah minimarket. Menanti memang selalu menjemukan. Pria di dalam bilik ATM itu tak jua menyelesaikan aktivitasnya. Beberapa motor memasuki halaman parkir.  Saat salah satu pengendara itu melepas helm, aku tertegun. Dia!


Pria itu turun dari motor. Mata kami bertemu. Keningnya berkerut seakan mengingat sesuatu. Mulutnya lalu membuka seakan hendak berkata sesuatu. Pintu ATM terbuka. Aku langsung memasuki bilik. Pria itu melanjutkan langkah ke dalam minimarket. Kepalanya sempat menoleh ke bilik ATM yang terletak di depan minimarket.


Aku mengetuk-ngetuk meja pertanda tak sabar. Woro sahabatku masih berbincang-bincang dengan anggota yang lain. Berkenalan. Aku sudah bosan.


Beberapa senior memasuki ruang kelas. Molor tiga puluh menit dari yang dijanjikan. Setelah berdoa, prakata tentang kegiatan pecinta alam pun dimulai. Aku mencoba memperhatikan penjelasan dan mencatat beberapa hal yang kupikir penting. Tujuannya sih agar dikira serius oleh senior.

giveaway

Semua Akan Ada Waktunya

January 22, 2015

Pernah pada suatu waktu aku berpikir Tuhan tak adil. Dilahirkan sebagai anak kedua dalam keluarga, ajaibnya wajahku berbeda dengan kedua saudara perempuanku. Aku duplikat wajah mama sementara kakak adikku seperti kembar. Aku terasa asing di keluarga ini. terlebih mendengar celoteh sekitar. Kok enggak mirip? *asah penggaris.

Menjadi anak kedua, berarti mewarisi bekas kakak. buku pelajaran, baju, dan beberapa hal lain yang khas diturunkan kakak ke adik. Selain mendapat ‘warisan’, memiliki kakak cantik dan pintar sangat sulit. Setiap saat selalu siap untuk dibandingkan. Kakaknya selalu juara kelas sedangkan aku tak pernah menyentuh angka 3 besar. Lagi-lagi suara sumbang berkata, “Beda ya ama kakaknya. Kalau kakaknya … .” *asah cutter.

Hal tersulit adalah ketika Ayah memutuskan menikah lagi. Aku akan memiliki ibu tiri! Sedangkan Mama belum sampai setahun berbaring di dalam tanah. Jiwa remaja yang baru beberapa bulan berseragam  abu putih bergolak. Hidup ini tak adil! Kemarin Tuhan mengambil mamaku, sekarang  aku harus berbagi ayah dengan orang lain.

giveaway

Yang Pertama Darinya

January 22, 2015

Kado selalu istimewa buatku. Setiap kado pasti memiliki cerita tersendiri. Entah tentang pengirimnya atau  isi kado itu sendiri. Alhamdulillah, aku termasuk sering dapat kado dari orang-orang di sekitarku. Ada yang membuat senang, haru bahkan sedih.

Diantara semua kado, ada satu yang menurutku special. Kado pertama dari abang beruang. Benda ini diberi saat masa-masa promosi (masa awal aku dekat dengan dia). Ini penampakan kadonya


Waktu itu aku masih bed rest setelah kecelakaan yang kualami. Rasa bosan mendera. Buku-buku, koran, tabloid yang ada sudah kulahap habis. Setiap kali menengok beranda facebook bersliweran quote dari Abang Tere Liye. Kebanyakan diambil dari Daun yang jatuh tak pernah membenci angin dan kau, aku, dan sepucuk angpau merah. Penasaran pun menghampiri. Ingin tahu isi bukunya. Dari quote yang tersebar sih sepertinya keren.

giveaway

Kado Untukku

January 22, 2015

Januari telah menyapa, 2015 telah tersenyum. Di bulan pertama ini, banyak orang tercinta di sekitarku yang merayakan hari lahir. Dimulai tanggal 5 kakakku, 10 si tuan beruang, 21 keponakan ganteng, dan teman-teman sekolah di tanggal 17 dan 20. Hoho… banyak ya yang ultah.

Tapi yang teristimewa adalah tanggal 27 Januari, hari lahirku *prok prok tepuk tangan.  Nah, pas banget nih momennya sama give awaynya Mami Ubii . Sang gadis yang hendak berulang tahun ini pingin banget dapat hadiah baju renang muslim polos.

Jadi ceritanya aku harus selalu rajin latihan otot kaki untuk mempercepat pemulihan pasca operasi. Salah satu olahraga yang disaranin dokter dan fisioterapis adalah renang. Renang itu bisa memperkuat  otot kaki dan tangan, memperbaiki postur tubuh akibat kebiasaan lampau juga bagus melatih  pernapasan. Aku ada bakat asma juga soalnya.

Sempet sih tengok-tengok ke beberapa toko di kota tercinta. Tapi sayang, baju renang yang dijual bermotif semua. Ada yang zebra, bunga-bunga bahkan loreng macan. Hoo… aku enggak pede abis pakai baju dengan motif rame seperti itu. Aku tuh orangnya sederhana. Jadi suka yang polos-polos saja. Ada yang polos tapi pendek. Enggak bisa dipakai untuk menutup bekas sayatan dokter dong. Lumayan panjang nih di betis.

Kayak gini nih. Nyomot gambar dari toko onlen

Pingin sih di hari ulang tahun nanti, tiba-tiba ayah pulang kantor membawa paket pengiriman (Alamat surat meenyurat, perposan ditujukan ke kantor ayah, biar cepet sampai hihii…). Sang pengirim adalah kakak atau adik aku yang tinggal di Jakarta. Terus pas dibuka isinya baju renang muslim polos. Hihihi … seneng banget deh kalau  itu terjadi.

Siapa tahu, barang yang dijual di Jakarta ada yang cocok seperti keinginanku. Lagipula kedua saudaraku  itu sudah biasa belanja olshop, jadi lebih paham olshop bener atau abal-abal. Untuk jasa pengiriman kami sekeluarga sudah terbiasa dengan JNE. Barang datang tepat waktu dan terbungkus rapi. Enggak koyak-koyak. Pengiriman pun bisa dilacak. 



Postingan ini diikutsertakan dalam give away Mami Ubii 







Sebuah Cerita di 2014

December 20, 2014



Tahun 2014 ini aku termasuk rajin mengisi blog. Meski program minimal satu artikel tiap bulan belum bisa kupenuhi. Hehe…  terlalu banyak excuse yang dipakai. Tapi setidaknya aku pernah menulis beberapa artikel dalam satu bulan.


Artikel yang paling istimewa buatku adalah ABOUT MY DECISION. Artikel ini paling cepat aku tulis. Langsung kupost tanpa perlu diendapkan. Meski beberapa waktu kemudian aku edit lagi.


Artikel ini kutulis dengan sepenuh hatiku. Curhatan tentang kegalauan menjelang operasi penggantian sendi. Kecelakaan yang kualami di tahun 2013 menyisakan sebuah masalah untukku. Bermula dari nyeri yang tak hilang, dokter meminta ronsen ulang. Dan ternyata sendi panggulku patah.


Sedih, kaget, takut, dan aneka perasaan bercampur. Terlebih sang dokter memvonis untuk mengganti sendiku dengan prosthesis, sendi buatan. Usiaku masih muda, belum menikah, dan yang membuat down adalah aku harus siap 10-15 tahun menjalani operasi revisi. Tak ada yang sesempurna ciptaan Tuhan.


Rasanya kacau dan kalut. Banyak hal yang jadi pemikiran hingga akhirnya memilih tetap bertahan dengan kondisi patah. Bertemu dengan teman-teman yang senasib membuat saya makin yakin dengan pilihan ini. Nyatanya bertahan setahun dalam kesakitan tidak mudah. Tetapi bukan berarti memutuskan operasi juga mudah.


Saat itulah saya membuat artikel ini. Bercerita tentang kegundahan dan  keputusan yang saya ambil. Semua saya tuangkan dalam blog. Saya berpikir pasti banyak orang yang mempertanyakan pilihan saya. Kenapa? Dan lebih mudah jika saya jelaskan lewat tulisan biar mereka membaca sendiri. Mungkin unek-unek saya bisa membantu memilih. Setidaknya memberi gambaran apa yang akan terjadi.


Memasang prosthesis dalam tubuh menambah kualitas hidup. Tetapi tentu saja ada efek-efek yang bisa terjadi. Hal terburuk seperti infeksi. Alhamdulillah beberapa kawan yang membaca blog saya merasa terbantu. Mereka akhirnya mampu memutuskan apa yang mereka lakukan.


Setelah dipost artikel ini sempat mengalami beberapa editing. Pertama karena masih menemukan typho, lalu foto ronsen tulang panggul. Tapi artikel inilah yang paling menguras hatiku. Salah satu keputusan terbesar yang kubuat dalam hidup.



Jago Ngesot

December 03, 2014



Waktu kecil aku termasuk anak yang aktif. Tapi sayang, hingga usia nyaris tiga tahun aku belum bisa berjalan. Aku tak mampu melangkah dengan kedua kakiku sendiri. Padahal kemampuan bicara super sekali. Cerewet minta ampun dan bandel. Sering saat kumpul keluarga, mereka bercerita banyak hal ajaib dari masa kecilku.


Salah satu hobiku ‘ditetah’. Ketemu siapapun pasti minta tetah. Berdiri diatas telapak kaki, berpegangan tangan lalu ikut melangkah. Jarak untuk tetah juga minta yang jauh. Sebetulnya aku bisa berjalan sambil berpegangan dinding atau biasa disebut rambatan. Tapi anehnya saat disuruh jalan sendiri, aku hanya berdiri saja. Tak mau bergerak.


Ngesot adalah gerakan andalanku untuk beraktifitas di dalam rumah. Kekuatan ngesotku sangat cepat. Baju-baju banyak sobek di bagian pantat karena kebiasaan itu. Orang tua pun cemas kenapa aku belum juga berjalan. Akhirnya setiap pergi, aku selalu digendong.


Hingga suatu hari, Papa dan mama membawaku ke pasar. Aku masih ingat, saat itu Papa pulang lebih awal dari biasanya. Mama menggendongku. Aku senang sekali dibawa ke pasar. Itu hobiku. Lalu kami berhenti di penjual ikan segar.


Setelah tiba disana aku berdiri di dekat ikan-ikan segar yang berjajar. Tiba-tiba ada sesuatu dari belakang  memukul kaki beberapa kali. Aku menangis keras. Mungkin karena kaget dan takut. Petugas pasar yang kebetulan ada di sana ikut menghibur.Tapi aku tetap menangis keras. Mama dan papa akhirnya mengajakku pulang. Aku tetap digendong.


Nah, entah bagaimana ceritanya, yang jelas aku bisa berjalan setelah peristiwa penyabetan itu. Lari kesana kemari. Pakai sepatu yang ada bunyi cit cit. Sampai sekarang tak ada yang bisa menjelaskan. Mungkinkah ada hubungan antara disabet kuthuk lalu bisa jalan? apakah ini termasuk the power of kuthuk? Entahlah, Wallahualam.



Yang pasti sejak aku bisa berjalan, kecemasan orang tua berkurang. Uang belanja pun bertambah. Tidak habis untuk membeli baju baru karena baju selalu sobek di bagian belakang.  Jatah untuk menggendong pun berkurang. Sebab aku lebih suka berjalan agar bisa mendengar suara decit sepatuku.    




Popular Posts

Like us on Facebook

kumpulan-emak-blogger

Flickr Images