![]() |
| Muka tanpa makeup, nungguin mall buka |
![]() |
| cheesecake oreo |
![]() |
| puding lava |
Jujur ya, setiap kali mendengar kata Bandung, aku langsung baper. Enggak ada alasan khusus sih. Cuma dulu pernah punya temen yang tiap bahas Bandung, dia selalu teringat ke mantannya. Trus cerita macem-macem, ini dan itu. Jadilah sekarang tiap kali ada yang sebut Bandung, aku jadi gimanaa gitu. Baperan aku mah orangnya.
Menurut pribadiku, Bandung itu kota yang menyenangkan dan dingin. Jauh banget sama Solo. Kalau pulang dari Bandung, kulitnya pasti bersihan. Soalnya airnya Bandung tuh ngikutin cuaca. Cuaca panas, air ikut anget. Sedangkan kalau dingin, airnya juga ikut dingin. Jadi enggak bikin kulit gosong. Kalau di Solo mah cuaca panas, airnya tetep dingin. Alhasil ya gini deh, agak item.
Ceritanya aku lagi suntuk banget. Si server terus-terusan perawatan. Entah kapan dia akan sembuh lagi. Daripada pusing mikirin ketidakpastian, lebih baik ikutan pamer isi tas ah. Siapa tahu dapat hadiah.
Aku orangnya setia. Termasuk dalam pemakaian tas. Kalau sudah suka sama satu tas ya akan selalu memakai tas tersebut. Contohnya Si Merah ini. Tas ini sudah menemaniku hampir dua tahun. Dia kupakai ketika ke kantor. Jadi bisa dibilang si Merah ini tas kerjaku.
![]() |
| Hai, Meraah! |
Di zaman internet sekarang, segala sesuatu terasa mudah. Cari hiburan, lihat peta, tinggal online, ketik-ketik, ketemu deh yang dimau. Bahkan belanja pun bisa dilakukan lewat online. Enak banget kan tuh, enggak perlu repot bawa barang soalnya si barang yang akan datang sendiri ke rumah. Dianter om delivery sih.
Untuk urusan belanja online ini, aku termasuk golongan yang anti. Alasannya sih simple. Takut dibohongin. Kan banyak tuh ya cerita tentang penipuan. Mulai dari transfer tapi barang enggak dikirim atau dikirim tapi tak sesuai pemesanan. Karena alasan itulah aku selalu menyempatkan waktu khusus berbelanja. Trus pulang-pulang rempong bawa banyak plastik belanjaan.
![]() |
“Ajining diri dumunung ana ing lathi. Ajining raga ana ing busana.”
![]() |
| Si Kotak ikutan liburan ke pantai |
![]() |
| Yang ini pas tahun baruan di Jombang tahun 2012 |
![]() |
| Muka lelah saat liburan di Kebun teh Bandung. Niat awal ke Tangkuban Perahu tapi ada demo waktu itu |
![]() |
| Nampak belakang tetep oke kan |
Wanita dituntut untuk cantik. Setidaknya berpenampilan rapi dan menarik. Sebagai seorang wanita, pasti aku juga ingin penampilan oke. Bagian paling sulit dari kecantikan menurutku adalah merawat. Yes, merawat. Musti telaten dan terkadang menyakitkan. Aku punya pengalaman tentang kecantikan yang menyakitkan.
Memiliki wajah putih itu mimpiku. Apalagi bermunculan iklan-iklan yang menjanjikan putih dalam waktu singkat. Sebagai remaja yang labil, aku tergoda dong. Sebuah produk pun dibeli. Awalnya sih oke, tapi dasarnya aku yang labil. Saat ada iklan pemutih yang lain, aku pun tergoda. Apalagi harga lebih murah, cocok di kantong anak sekolah.
Tapiii ... kali ini zonk aku dapat. Pelembab itu enggak cocok di mukaku. Jerawat muncul semena-mena. Balik lagi ke pelembab lama, hasilnya sama. Jerawat tetap muncul. Dan sejak saat itu mukaku enggak cocok dengan produk pemutih. Wajahku juga tidak bisa bersih total. Setidaknya ada satu jerawat kecil menghias.
Seorang teman menyarankan perawatan wajah. Menurutnya wajahku butuh facial. Aku sih nurut saja. Pergilah kami ke sebuah salon kecantikan. Walaah.. Saat masuk pertama kali ternyata antrinya banyak. Setelah menunggu beberapa waktu, giliran pun tiba. Dan ini yang bagian horor. Dua jerawat di wajah disuntik. Rasanya sakiit... Benar ya kalau beauty is pain.
![]() |
| Kayak gini nih. Nyomot gambar dari toko onlen |
Postingan ini diikutsertakan dalam give away Mami Ubii


















