giveaway

Kenapa Aku Butuh Staycation

October 30, 2016

Saat bercermin dan melihat kantung mata serta jerawat yang bertebaran di wajah, aku sadar kalau aku kurang istirahat. Ditambah kekonyolan-kekonyolan yang nyaris tiap hari kubuat, seperti salah pakai body lotion ke muka, ke kantor dengan sepatu yang beda kanan dan kiri, plus hal konyol lain yang memalukan. Aku butuh refreshing!!!

Muka tanpa makeup, nungguin mall buka

giveaway

Memasak Ala Single

September 12, 2016

Memasak adalah salah satu aktivitas emak yang aku sukai. Etapi bukan berarti aku hobi masak lho. Yah, bisa dikit-dikit sih. Lumayanlah buat bekal pamer ke camer. Setidaknya aku bisa kok bedain merica dan ketumbar.

Sumber referensi resep berasal dari internet. Tinggal tulis di kotak pencarian trus telusuri. Dapat deh berbagai pilihan resep yang dimau. Mulai dari versi alakadarnya hingga versi rumit. Yang terpenting sih, Mbah Google ini enggak akan ngetawain atau kasih komen yang enggak asyik.

Pernah dapat pengalaman kurang menyenangkan soal resep. Setiap kali tanya resep ke orang, kebanyakan malah nyuruh buat beli jadi, enggak usah masak. Bahkan kakak sepupu membawakan makanan yang kumau saat kutanya cara masak masakan ini atau ino. Maklum juga sih, mereka berpkir aku kan tinggal sendiri, jadi antara proses memasak dan makannya enggak sebanding. Belum nanti bersih-bersihnya. Repot. Beli jadi, tinggal makan jadi deh.

Tapi ya namanya cewek, pingin dong belajar masak sesekali. Lagipula nanti kalau enggak bisa masak diketawain. Diomongin macem-macem. Motong wortel salah juga jadi bahan tertawaan. Tapi disisi lain, saat mau belajar masak malah dibilang ribet. Maunya apa sih???

Beruntung aku hidup di dunia digital. Enggak kebayang deh kalau enggak ada internet. Hidupku hambar. Secara jika aku menemukan kesulitan cari petunjuknya juga lewat internet. Begitu pula dengan resep. Tinggal pilih-pilih aja sesuai yang dimau.

Seperti yang tertulis diatas, aku hidup sendiri. Berarti porsi yang dibuat juga porsi kecil. Selain itu karena masih taraf belajar, pilih resep yang bahan dan caranya mudah. Biasanya sih aku buka beberapa resep masakan bersama-sama. Bisa sampai buka sepuluh tab secara bersamaan.

Selanjutnya cermati bahan yang digunakan dan cara memasak. Perhatikan juga komen-komen di artikel tersebut. Kalau banyak yang sukses, berarti masakan itu gampang dibuat. Dari beberapa pilihan, persempit. Tutup tab-tab yang sekiranya tidak termasuk dalam kategori GAMPANG.

Tengok ukuran bahan resep. Biasanya sih saya tulis di kertas. Resep A butuh ayam sekilo, bawang merah merah 10, dsb. Sedangkan resep B ayam sekilo butuhnya 3 siung bawang merah. Begitu pula resep-resep lainnya. Dari tulisan itu bisa terlihat bumbu apa saja yang sama. Tandai yang berbeda. Setelah itu perhatikan cara masak.

Biasanya setelah beberapa cara diatas, aku menemukan resep yang kumau. Ada dua pilihan sih yaitu melakukan sesuai cara resep atau modifikasi. Untuk bahan dan bumbu biasanya aku ikut resep tapi dibuat porsi kecil. Contoh jika di resep ayam sekilo butuh 10 siung bawang merah, maka aku buat porsi seperempatnya. Beli ayam cukup seperempat kilo, berarti bawang merahnya antara 2 atau 3 siung.

Khusus untuk bahan-bahan yang susah atau mahal dan kurang dipahami fungsinya, biasanya aku skip. Tapi tak kadang aku cari info tentang bahan itu lalu mencari bahan pengganti yang manfaatnya mirip. Dalam cara memasak pun juga begitu. Pelajari dulu alasan kenapa musti begini atau begitu. Jika sulit bisakah dirubah? Dengan cara apa? Pokoknya prinsipnya adalah memasak mudah dengan cara menyenangkan. Sesuaikan saja dengan kondisi.

Aku tidak pernah menggunakan alasan tidak punya untuk tidak memasak. Berawal dari memperhatikan komen-komen di artikel resep, aku jadi mengenal berbagai grup memasak online. Setelah aku bergabung, banyak deh menemukan alternatif memasak.Contohnya aku enggak punya oven. Tapi bisa bikin macaroni panggang juga pizza. Cukup berbekal teflon dan aluminium foil. Semua ilmu itu didapat dari grup memasak. Tinggal rajin prakteknya.

Soal rasa alhamdulillah belum ada komplain yang menyakitkan. Yah kalau ada yang komen keasinan atau kegosongan masih wajar menurutku. Enggak ada juga yang sampai sakit gara-gara masakanku. Temen-temen kantor juga enjoy saat aku bawa masakan. Bahkan kadang mereka bertanya kenapa aku enggak bawa masakan lagi. Itu berarti rasanya lumayan enak kan.  Jadi tambah semangat belajar masaknya!!!

Ini beberapa contoh masakanku :*

cheesecake oreo

puding lava


giveaway

Kangen Kamu yang di Bandung

February 29, 2016



Jujur ya, setiap kali mendengar kata Bandung, aku langsung baper. Enggak ada alasan khusus sih. Cuma dulu pernah punya temen yang tiap bahas Bandung, dia selalu teringat ke mantannya. Trus cerita macem-macem, ini dan itu. Jadilah sekarang tiap kali ada yang sebut Bandung, aku jadi gimanaa gitu. Baperan aku mah orangnya.

Menurut pribadiku, Bandung itu kota yang menyenangkan dan dingin. Jauh banget sama Solo. Kalau pulang dari Bandung, kulitnya pasti bersihan. Soalnya airnya Bandung tuh ngikutin cuaca. Cuaca panas, air ikut anget. Sedangkan kalau dingin, airnya juga ikut dingin. Jadi enggak bikin kulit gosong. Kalau di Solo mah cuaca panas, airnya tetep dingin. Alhasil ya gini deh, agak item.

giveaway

Rahasia Si Ungu Fido

February 20, 2016



Ceritanya aku lagi suntuk banget. Si server terus-terusan perawatan. Entah kapan dia akan sembuh lagi. Daripada pusing mikirin ketidakpastian, lebih baik ikutan pamer isi tas ah. Siapa tahu dapat hadiah.

Aku orangnya setia. Termasuk dalam pemakaian tas. Kalau sudah suka sama satu tas ya akan selalu memakai tas tersebut. Contohnya Si Merah ini. Tas ini sudah menemaniku hampir dua tahun. Dia kupakai ketika ke kantor. Jadi bisa dibilang si Merah ini tas kerjaku.

Hai, Meraah!


giveaway

Kece Bersama Online Shop

December 09, 2015

Di zaman internet sekarang, segala sesuatu terasa mudah. Cari hiburan, lihat peta, tinggal online, ketik-ketik, ketemu deh yang dimau. Bahkan belanja pun bisa dilakukan lewat online. Enak banget kan tuh, enggak perlu repot bawa barang soalnya si barang yang akan datang sendiri ke rumah. Dianter om delivery sih.

Untuk urusan belanja online ini, aku termasuk golongan yang anti. Alasannya sih simple. Takut dibohongin. Kan banyak tuh ya cerita tentang penipuan. Mulai dari transfer tapi barang enggak dikirim atau dikirim tapi tak sesuai pemesanan. Karena alasan itulah aku selalu menyempatkan waktu khusus berbelanja. Trus pulang-pulang rempong bawa banyak plastik belanjaan. 


giveaway

#OOTDAlaAku : Kotak-kotak Penggembira

September 30, 2015

“Ajining diri dumunung ana ing lathi.  Ajining raga ana ing busana.”



Pernah mendengar pepatah Jawa tersebut? Berikut artinya,Ajining diri dumunung ana ing lathi yaitu nilai diri berasal dari ucapan. Sedangkan arti Ajining raga ana ing busana adalah nilai raga berasal dari pakaian.

Dari pepatah tersebut jelas banget ya betapa pakaian itu penting. Selain penutup aurat, buat aku pakaian juga bisa menentukan moodku. Dari pakaian yang kupakai hari itu bisa terlihat jelas apakah aku sedang seneng atau sedih. 

Sebetulnya selera bajuku simple. Enggak suka model yang aneh-aneh. Biasanya sih cuma atasan, bawahan ditambah jaket. Tetapi gaya berpakaian dipengaruhi banget sama mood.
Ada kalanya aku tampil kece sekece-kecenya. Tapi terkadang juga tampil berantakan. Tabrakan sana-sini. Tapi tabrakannya tuh enggak match sama sekali. Biasanya kalau enggak jelas gitu berarti sedang bad mood. Dan biasanya pengaruh ke kerjaan sih. Jadi males-malesan gitu *alesyaaan…

Diantara tumpukan baju yang bertengger di lemari, ada beberapa baju HAPPY. Kenapa disebut baju HAPPY? Karena biasanya kalau aku pakai baju itu hari akan menjadi menyenangkan.  Entah sugesti, kebetulan atau apapun namanya, setiap pakai baju itu berasa keren aja.  Kalau ada hal yang menyebalkan juga bisa jadi menyenangkan.

Salah satunya adalah baju kotak-kotak ini. 

Si Kotak ikutan liburan ke pantai

Baju ini baju yang paling sering keluar dari lemari. Pemberian dari seorang sahabat saat aku ulang tahun. Bahannya enak, enggak bikin gerah. Lumayan panjang sih, jadi bisa menutup bagian belakang. Kotak-kotaknya berwarna hitam putih. Warna netral yang bisa dimatchingin dengan warna lain. Biasanya aku matchingin dengan bawahan senada. Celana hitam, putih, jeans atau abu-abu.

Aku memang kurang suka main warna. Kurang pinter. Tepatnya sih enggak pede. Tetapi kalau baru centil yah pernah sih tampil dengan warna gonjreng.


Yang ini pas tahun baruan di Jombang tahun 2012

Karena ikut GA OOTD ini, jadi buka-buka koleksi foto deh. Dan baru sadar kalau si hitam putih ini banyak mengikuti aku di berbagai acara. Beberapa kali acara liburan, baju ini yang kupakai. Jadi berasa enggak punya banyak baju. Hoo.. 

Muka lelah saat liburan di Kebun teh Bandung. Niat awal ke Tangkuban Perahu tapi ada demo waktu itu
Sekarang si kotak-kotak udah sering istirahat di lemari. Soalnya sang pemilik baru seneng pakai gamis dan blazer gitu. Tapi sudah ada ide sih mau kapan mau pakai lagi. Hehe ... . Tetep enggak bisa move on dari dirimu ya, Kotak :D

Nampak belakang tetep oke kan

giveaway

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

September 20, 2015

    Wanita dituntut untuk cantik. Setidaknya berpenampilan rapi dan menarik. Sebagai seorang wanita, pasti aku juga ingin penampilan oke. Bagian paling sulit dari kecantikan menurutku adalah merawat. Yes, merawat. Musti telaten dan terkadang menyakitkan. Aku punya pengalaman tentang kecantikan yang menyakitkan.

    Memiliki wajah putih itu mimpiku. Apalagi bermunculan iklan-iklan yang menjanjikan putih dalam waktu singkat. Sebagai remaja yang labil, aku tergoda dong. Sebuah produk pun dibeli. Awalnya sih oke, tapi dasarnya aku yang labil. Saat ada iklan pemutih yang lain, aku pun tergoda. Apalagi harga lebih murah, cocok di kantong anak sekolah. Tapiii ... kali ini zonk aku dapat. Pelembab itu enggak cocok di mukaku. Jerawat muncul semena-mena. Balik lagi ke pelembab lama, hasilnya sama. Jerawat tetap muncul. Dan sejak saat itu mukaku enggak cocok dengan produk pemutih. Wajahku juga tidak bisa bersih total. Setidaknya ada satu jerawat kecil menghias.

    Seorang teman menyarankan perawatan wajah. Menurutnya wajahku butuh facial. Aku sih nurut saja. Pergilah kami ke sebuah salon kecantikan. Walaah.. Saat masuk pertama kali ternyata antrinya banyak. Setelah menunggu beberapa waktu, giliran pun tiba. Dan ini yang bagian horor. Dua jerawat di wajah disuntik. Rasanya sakiit... Benar ya kalau beauty is pain.

giveaway

Semua Akan Ada Waktunya

January 22, 2015

Pernah pada suatu waktu aku berpikir Tuhan tak adil. Dilahirkan sebagai anak kedua dalam keluarga, ajaibnya wajahku berbeda dengan kedua saudara perempuanku. Aku duplikat wajah mama sementara kakak adikku seperti kembar. Aku terasa asing di keluarga ini. terlebih mendengar celoteh sekitar. Kok enggak mirip? *asah penggaris.

Menjadi anak kedua, berarti mewarisi bekas kakak. buku pelajaran, baju, dan beberapa hal lain yang khas diturunkan kakak ke adik. Selain mendapat ‘warisan’, memiliki kakak cantik dan pintar sangat sulit. Setiap saat selalu siap untuk dibandingkan. Kakaknya selalu juara kelas sedangkan aku tak pernah menyentuh angka 3 besar. Lagi-lagi suara sumbang berkata, “Beda ya ama kakaknya. Kalau kakaknya … .” *asah cutter.

Hal tersulit adalah ketika Ayah memutuskan menikah lagi. Aku akan memiliki ibu tiri! Sedangkan Mama belum sampai setahun berbaring di dalam tanah. Jiwa remaja yang baru beberapa bulan berseragam  abu putih bergolak. Hidup ini tak adil! Kemarin Tuhan mengambil mamaku, sekarang  aku harus berbagi ayah dengan orang lain.

giveaway

Yang Pertama Darinya

January 22, 2015

Kado selalu istimewa buatku. Setiap kado pasti memiliki cerita tersendiri. Entah tentang pengirimnya atau  isi kado itu sendiri. Alhamdulillah, aku termasuk sering dapat kado dari orang-orang di sekitarku. Ada yang membuat senang, haru bahkan sedih.

Diantara semua kado, ada satu yang menurutku special. Kado pertama dari abang beruang. Benda ini diberi saat masa-masa promosi (masa awal aku dekat dengan dia). Ini penampakan kadonya


Waktu itu aku masih bed rest setelah kecelakaan yang kualami. Rasa bosan mendera. Buku-buku, koran, tabloid yang ada sudah kulahap habis. Setiap kali menengok beranda facebook bersliweran quote dari Abang Tere Liye. Kebanyakan diambil dari Daun yang jatuh tak pernah membenci angin dan kau, aku, dan sepucuk angpau merah. Penasaran pun menghampiri. Ingin tahu isi bukunya. Dari quote yang tersebar sih sepertinya keren.

giveaway

Kado Untukku

January 22, 2015

Januari telah menyapa, 2015 telah tersenyum. Di bulan pertama ini, banyak orang tercinta di sekitarku yang merayakan hari lahir. Dimulai tanggal 5 kakakku, 10 si tuan beruang, 21 keponakan ganteng, dan teman-teman sekolah di tanggal 17 dan 20. Hoho… banyak ya yang ultah.

Tapi yang teristimewa adalah tanggal 27 Januari, hari lahirku *prok prok tepuk tangan.  Nah, pas banget nih momennya sama give awaynya Mami Ubii . Sang gadis yang hendak berulang tahun ini pingin banget dapat hadiah baju renang muslim polos.

Jadi ceritanya aku harus selalu rajin latihan otot kaki untuk mempercepat pemulihan pasca operasi. Salah satu olahraga yang disaranin dokter dan fisioterapis adalah renang. Renang itu bisa memperkuat  otot kaki dan tangan, memperbaiki postur tubuh akibat kebiasaan lampau juga bagus melatih  pernapasan. Aku ada bakat asma juga soalnya.

Sempet sih tengok-tengok ke beberapa toko di kota tercinta. Tapi sayang, baju renang yang dijual bermotif semua. Ada yang zebra, bunga-bunga bahkan loreng macan. Hoo… aku enggak pede abis pakai baju dengan motif rame seperti itu. Aku tuh orangnya sederhana. Jadi suka yang polos-polos saja. Ada yang polos tapi pendek. Enggak bisa dipakai untuk menutup bekas sayatan dokter dong. Lumayan panjang nih di betis.

Kayak gini nih. Nyomot gambar dari toko onlen

Pingin sih di hari ulang tahun nanti, tiba-tiba ayah pulang kantor membawa paket pengiriman (Alamat surat meenyurat, perposan ditujukan ke kantor ayah, biar cepet sampai hihii…). Sang pengirim adalah kakak atau adik aku yang tinggal di Jakarta. Terus pas dibuka isinya baju renang muslim polos. Hihihi … seneng banget deh kalau  itu terjadi.

Siapa tahu, barang yang dijual di Jakarta ada yang cocok seperti keinginanku. Lagipula kedua saudaraku  itu sudah biasa belanja olshop, jadi lebih paham olshop bener atau abal-abal. Untuk jasa pengiriman kami sekeluarga sudah terbiasa dengan JNE. Barang datang tepat waktu dan terbungkus rapi. Enggak koyak-koyak. Pengiriman pun bisa dilacak. 



Postingan ini diikutsertakan dalam give away Mami Ubii 







Popular Posts

Like us on Facebook

kumpulan-emak-blogger

Flickr Images