Pasir Kinetik Istimewa Untuk Dut-dut

Seorang lelaki memikat hati saya. Anak kedua dari dua bersaudara itu selalu berhasil membuat saya kangen. Suaranya yang melengking, tawanya yang renyah serta lirikan matanya yang menggoda. Ah, pria ini memang kangenable. Setiap kali bertemu enggak bisa nahan buat meluk atau cium.

Pria itu adalah keponakan saya yang kedua. Anak kedua kakak saya. Lahir di tanggal dua puluh satu. Meski dia identik dengan angka dua, tapi dia tidaklah menjadi yang kedua. Saat ini, dia yang mengisi urutan pertama dalam daftar keponakan kece.  Sekarang usianya menginjak tiga tahun. Saya biasa memangilnya Aka Dut-dut. Tambahan kata dut dut terdengar lucu seperti dia.


Sebagai mantan guru TK, saya paham sekali kalau tiga tahun adalah Golden Age anak. Masa-masa emas anak untuk mengeksplore sekitarnya. Pada masa itu anak menjadi seperti spons yang menyerap segala sesuatu di sekitarnya. Nah, dulu saat masih berstatus guru TK, salah satu tugas saya adalah membantu anak mengembangkan kemampuannya.

reemamifta.blogspot.co.id
Sang tokoh utama
Seorang anak memiliki 5 kemampuan dasar, yaitu bahasa, kognitif, motorik kasar dan halus serta sosial emosi. Alhamdulillah kemampuan ponakan saya berkembang dengan baik. Tetapi dalam hati saya sebetulnya ingin memberikan tambahan  stimulus buat dia. Semakin dia banyak terstimulus harapannya semakin meningkatkan syaraf-syaraf yang membantu untuk perkembangan fisik dan emosinya. Dulu saya sering membuat mainan edukasi untuk murid. Beberapa terbuat dari bahan bekas. Ada keinginan juga membuat untuk pria kecil itu, tetapi karena aktivitas kantor yang padat akhirnya keinginan tersebut kalah dengan rasa lelah. Akhirnya saya memilih tidur.

Seperti dijelaskan di atas, secara umum perkembangan Dut-dut sangat baik. Kalau dari segi bahasa, perkembangannya melebihi anak seusianya di sekitar komplek. Dia mampu bercerita dengan runtut kejadian yang dia alami. Para orang dewasa memang membiasakan Dut-dut untuk bercerita. Biasanya kami saling bertanya kabar, aktivitas yang dia lakukan hari ini.

Segi kognitif pun lumayan. Dia bisa mengenal angka. Memasangkan gambar yang sesuai. Motorik kasarnya juga normal. Dia aktif seperti anak lain. Saat ini dia sedang senang melempar dan menendang bola.

Kemampuan yang ingin saya tingkatkan adalah motorik halus. Dulu saat studi banding ke salah satu lembaga anak usia dini, kegiatan yang ada lebih menitikberatkan pada kegiatan motorik halus dan kasar. Bukan berarti kemampuan lain dicuekin ya. Mereka percaya dengan berkembang baiknya motorik halus dan kasar maka akan mengaktifkan syaraf-syaraf anak sehingga kemampuan lain otomatis ikut berkembang. Sebagai contoh saat anak menulis. Mereka tidak “memaksa” anak usia dini untuk menulis. Mengajari cara memegang pensil yang benar versi orang dewasa. 

“Kalau anak belum sanggup memegang pensilnya sendiri dengan baik berarti dia belum bisa untuk menulis atau membaca. Dipaksapun tidak akan maksimal. Saat anak memegang pensil lalu kita benarkan atau  bahkan kita pegang tangan anak dan menulis bersama, sesungguhnya kita tengah menghilangkan fase perkembangan dia.”
Dan saat membuka buku diktat kuliah, saya jadi paham bahwa setiap anak memiliki proses perkembangan masing-masing. Sesuai usia dan kemampuan dirinya. Menstimulus anak agar siap di dunia sekolah bukan berarti mendikte angka dan huruf ke dia. Menyuruhnya menulis mengulang huruf dalam satu lembar halaman buku. Bukan itu… .

reemamifta.blogspot.co.id
Salah satu ruangan di lembaga PAUD. Lucu ya.. .
Kembangkan saja kemampuan motoriknya terutama motorik halus. Sesuaikan dengan usia anak tingkat kesulitannya. Kegiatannya bisa berupa meremas spons, membuka menutup kancing, atau menjepit baju. Yang terpenting anak tetap dalam dunia bermain. Mereka merasa bermain tanpa menyadari bahwa tengah belajar.

Saya ingin Dut-dut semakin berkembang kemampuan motoriknya. Maka saya ingin memberikan mainan edukasi berupa pasir kinetik. Saya pun browsing dan sampai di situs Elevania. Ada yang menjual pasir kinetik. Satu set lengkap dengan cetakan, sekop, alat potong dan orang-orangan. Semua tersimpan rapi dalam sebuah kontainer.

Mengapa pasir kinetik yang saya pilih?Tak perlu diragukan bahwa pasir kinetik mampu mengasah motorik anak. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan dengan pasir tersebut. 
  1. Melalui mengaduk, menyerok atau menuang pasir bisa melatih motoriknya. 
  2. Membuat sesuatu dengan cetakan bisa membangkitkan imajinasinya. 
  3. Menyusun kembali perlengkapan, menghitung apakah semua sudah masuk dalam kontainer mengasah kemampuan kognitif dan tanggung jawabnya. 

Jadi pasir kinetik ini merupakan hadiah paling pas buat Dut-dut.


reemamifta.blogspot.co.id



Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran