
Merantau membuat saya memahami banyak hal. Bukan hanya sekedar mahalnya harga tiket seperti yang sering dimunculkan dalam meme. Saya menyadari betapa indahnya kota asal itu. Bukan berarti dulu sebelum merantau saya enggak bangga. Saya sangat cinta dengan Solo, kota kelahiran saya.
Setelah merantau saya paham bagaimana perasaan teman-teman seperantauan yang sedang homesick. Disaat mereka ingin pulang dan malah saya pameri dengan berbagai hal seru seperti makanan atau event-event tertentu. Karma itu ada saudara-saudara. Rasanya gimana gituuu… pahit-pahit sedih.
Meskipun di kota perantauan saya yaitu Jakarta, adalah tempat berkumpul berbagai suku bangsa dan banyak orang Jawanya, tetapi yag orisinil tetap lebih mantap. Salah satu yang saya kangenin dari Solo adalah makanan. Selain rasanya yang enak juga harganya murah. Banyak yang setuju kan kalau saya bilang makanan di Solo murah-murah. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu diberi kesempatan buat tengok Ayah di rumah. Wisata kuliner sejenak pun dilakukan. Yeeeaah…!!!
"Tipe kekasih yang kamu dambakan seperti apa?"
Aku (berseragam putih biru): Yang ganteng, putih, tinggi, anak band. Pegang bass atau vokalis. Drummer juga boleh. Agak nakal gitu.
Aku (saat berseragam putih abu-abu): Yang ganteng, lucu, suka musik dan bisa main alat musik. Tinggi dan pinter.
Aku (udah jadi anak kuliah): Yang lucu, pinter and suka musik.
Gantengnya???
Enggak ganteng enggak apa-apa. Ganteng tapi oon, ilang gantengnya. -ungkapan hati orang yang tersakiti cowok ganteng-
(Menjelang akhir kuliah): Seiman, pintar, lucu, dan setia.
Dalam bagian ini, aku pernah jatuh hati dengan pria ganteng nan pintar yang beda agama. Rasanya deg-degan. Hubungan enggak berjalan mulus. Enggak dapat restu dari orang tua. Sebelum semakin dalam, kisah ini sampai disini. Berakhir dengan keambangan.
Kalo dibaca, "tipe kekasihku" mengalami perubahan. Di usia belia, seleraku sangat berdasar fisik seperti tinggi atau wajah yang ganteng. Semakin dewasa, selera pun berubah. Lebih memilih inner dibanding outer.
Benar yang dikatakan orang-orang dewasa atau buku-buku itu. Bahwa fisik akan habis dimakan usia, sedangkan kepribadian akan tetap berjaya. Sekarang jika ditanya bagaimana tipe kekasihku, tegas akan kujawab, "Aku enggak cari kekasih. Carinya suami."
Trus kapan nikah???
"Nanti. Kalo kamu mau jadi ngado atau nyumbang, sini aku terima duluan. Syukur-syukur mau jadi sponsor. Enggak usah nunggu pas nikahan, sekarang tetep diterima kok."
![]() |
| Muka tanpa makeup, nungguin mall buka |









