event

Yang Kurindukan Di Perantauan

March 04, 2017




Merantau membuat saya memahami banyak hal. Bukan hanya sekedar mahalnya harga tiket seperti yang sering dimunculkan dalam meme. Saya menyadari betapa indahnya kota asal itu. Bukan berarti dulu sebelum merantau saya enggak bangga. Saya sangat cinta dengan Solo, kota kelahiran saya.
Setelah merantau saya paham bagaimana perasaan teman-teman seperantauan yang sedang homesick. Disaat mereka ingin pulang dan malah saya pameri dengan berbagai hal seru seperti makanan atau event-event tertentu. Karma itu ada saudara-saudara. Rasanya gimana gituuu… pahit-pahit sedih.
Meskipun di kota perantauan saya yaitu Jakarta, adalah tempat berkumpul berbagai suku bangsa dan banyak orang Jawanya, tetapi yag orisinil tetap lebih mantap. Salah satu yang saya kangenin dari Solo adalah makanan. Selain rasanya yang enak juga harganya murah. Banyak yang setuju kan kalau saya bilang makanan di Solo murah-murah. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu diberi kesempatan buat tengok Ayah di rumah. Wisata kuliner sejenak pun dilakukan. Yeeeaah…!!!


#10DaysKF

Kamu???

January 18, 2017

"Tipe kekasih yang kamu dambakan seperti apa?"

Aku (berseragam putih biru): Yang ganteng, putih, tinggi, anak band. Pegang bass atau vokalis. Drummer juga boleh. Agak nakal gitu.

Aku (saat berseragam putih abu-abu): Yang ganteng, lucu, suka musik dan bisa main alat musik. Tinggi dan pinter.

Aku (udah jadi anak kuliah): Yang lucu, pinter and suka musik.
Gantengnya???
Enggak ganteng enggak apa-apa. Ganteng tapi oon, ilang gantengnya. -ungkapan hati orang yang tersakiti cowok ganteng-

(Menjelang akhir kuliah): Seiman, pintar, lucu, dan setia.
Dalam bagian ini, aku pernah jatuh hati dengan pria ganteng nan pintar yang beda agama. Rasanya deg-degan. Hubungan enggak berjalan mulus. Enggak dapat restu dari orang tua. Sebelum semakin dalam, kisah ini sampai disini. Berakhir dengan keambangan.

Kalo dibaca, "tipe kekasihku" mengalami perubahan. Di usia belia, seleraku sangat berdasar fisik seperti tinggi atau wajah yang ganteng. Semakin dewasa, selera pun berubah. Lebih memilih inner dibanding outer.

Benar yang dikatakan orang-orang dewasa atau buku-buku itu. Bahwa fisik akan habis dimakan usia, sedangkan kepribadian akan tetap berjaya. Sekarang jika ditanya bagaimana tipe kekasihku, tegas akan kujawab, "Aku enggak cari kekasih. Carinya suami."

Trus kapan nikah???

"Nanti. Kalo kamu mau jadi ngado atau nyumbang, sini aku terima duluan. Syukur-syukur mau jadi sponsor. Enggak usah nunggu pas nikahan, sekarang tetep diterima kok."

giveaway

Kenapa Aku Butuh Staycation

October 30, 2016

Saat bercermin dan melihat kantung mata serta jerawat yang bertebaran di wajah, aku sadar kalau aku kurang istirahat. Ditambah kekonyolan-kekonyolan yang nyaris tiap hari kubuat, seperti salah pakai body lotion ke muka, ke kantor dengan sepatu yang beda kanan dan kiri, plus hal konyol lain yang memalukan. Aku butuh refreshing!!!

Muka tanpa makeup, nungguin mall buka

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran

October 04, 2016

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran. Aku stress berat. Bekerja sambil kuliah ternyata tak semudah angan. Apalagi ketika mengerjakan tugas akhir. Alhasil jerawat menghiasi wajah dengan semena-mena.Dan aku butuh refreshing.

Refreshing termudah menurutku ya main ke mall. Mudah terjangkau dan waktu pun fleksibel. Ditemani ponakan dan kakak, kita berpetualang mengelilingi mall dekat rumah. Puter sana, puter sini, lihat-lihat sambil sedikit belinji.

Kaki sudah pegal melangkah, perut pun meminta diisi. Tanpa banyak diskusi kami langsung memilih A&W Restoran. Tempat ini merupakan salah satu restoran favorit kami. Masing-masing sudah memiliki menu andalan. Kebetulan juga aku ingin mencoba menu baru rekomendasi teman. Nama menunya  Japanese Curry Premium Mixbowls

Menu ini merupakan inovasi terbaru dari A&W yaitu berupa paket premium, nasi dengan 3 macam pilihan: ayam udang dan ikan ditambah kuah kari citarasa Jepang. 

Haa..??? Citarasa Jepang di Restoran Amerika? Kari Jepang? Sepertinya menarik dicoba nih. 


giveaway

Memasak Ala Single

September 12, 2016

Memasak adalah salah satu aktivitas emak yang aku sukai. Etapi bukan berarti aku hobi masak lho. Yah, bisa dikit-dikit sih. Lumayanlah buat bekal pamer ke camer. Setidaknya aku bisa kok bedain merica dan ketumbar.

Sumber referensi resep berasal dari internet. Tinggal tulis di kotak pencarian trus telusuri. Dapat deh berbagai pilihan resep yang dimau. Mulai dari versi alakadarnya hingga versi rumit. Yang terpenting sih, Mbah Google ini enggak akan ngetawain atau kasih komen yang enggak asyik.

Pernah dapat pengalaman kurang menyenangkan soal resep. Setiap kali tanya resep ke orang, kebanyakan malah nyuruh buat beli jadi, enggak usah masak. Bahkan kakak sepupu membawakan makanan yang kumau saat kutanya cara masak masakan ini atau ino. Maklum juga sih, mereka berpkir aku kan tinggal sendiri, jadi antara proses memasak dan makannya enggak sebanding. Belum nanti bersih-bersihnya. Repot. Beli jadi, tinggal makan jadi deh.

Tapi ya namanya cewek, pingin dong belajar masak sesekali. Lagipula nanti kalau enggak bisa masak diketawain. Diomongin macem-macem. Motong wortel salah juga jadi bahan tertawaan. Tapi disisi lain, saat mau belajar masak malah dibilang ribet. Maunya apa sih???

Beruntung aku hidup di dunia digital. Enggak kebayang deh kalau enggak ada internet. Hidupku hambar. Secara jika aku menemukan kesulitan cari petunjuknya juga lewat internet. Begitu pula dengan resep. Tinggal pilih-pilih aja sesuai yang dimau.

Seperti yang tertulis diatas, aku hidup sendiri. Berarti porsi yang dibuat juga porsi kecil. Selain itu karena masih taraf belajar, pilih resep yang bahan dan caranya mudah. Biasanya sih aku buka beberapa resep masakan bersama-sama. Bisa sampai buka sepuluh tab secara bersamaan.

Selanjutnya cermati bahan yang digunakan dan cara memasak. Perhatikan juga komen-komen di artikel tersebut. Kalau banyak yang sukses, berarti masakan itu gampang dibuat. Dari beberapa pilihan, persempit. Tutup tab-tab yang sekiranya tidak termasuk dalam kategori GAMPANG.

Tengok ukuran bahan resep. Biasanya sih saya tulis di kertas. Resep A butuh ayam sekilo, bawang merah merah 10, dsb. Sedangkan resep B ayam sekilo butuhnya 3 siung bawang merah. Begitu pula resep-resep lainnya. Dari tulisan itu bisa terlihat bumbu apa saja yang sama. Tandai yang berbeda. Setelah itu perhatikan cara masak.

Biasanya setelah beberapa cara diatas, aku menemukan resep yang kumau. Ada dua pilihan sih yaitu melakukan sesuai cara resep atau modifikasi. Untuk bahan dan bumbu biasanya aku ikut resep tapi dibuat porsi kecil. Contoh jika di resep ayam sekilo butuh 10 siung bawang merah, maka aku buat porsi seperempatnya. Beli ayam cukup seperempat kilo, berarti bawang merahnya antara 2 atau 3 siung.

Khusus untuk bahan-bahan yang susah atau mahal dan kurang dipahami fungsinya, biasanya aku skip. Tapi tak kadang aku cari info tentang bahan itu lalu mencari bahan pengganti yang manfaatnya mirip. Dalam cara memasak pun juga begitu. Pelajari dulu alasan kenapa musti begini atau begitu. Jika sulit bisakah dirubah? Dengan cara apa? Pokoknya prinsipnya adalah memasak mudah dengan cara menyenangkan. Sesuaikan saja dengan kondisi.

Aku tidak pernah menggunakan alasan tidak punya untuk tidak memasak. Berawal dari memperhatikan komen-komen di artikel resep, aku jadi mengenal berbagai grup memasak online. Setelah aku bergabung, banyak deh menemukan alternatif memasak.Contohnya aku enggak punya oven. Tapi bisa bikin macaroni panggang juga pizza. Cukup berbekal teflon dan aluminium foil. Semua ilmu itu didapat dari grup memasak. Tinggal rajin prakteknya.

Soal rasa alhamdulillah belum ada komplain yang menyakitkan. Yah kalau ada yang komen keasinan atau kegosongan masih wajar menurutku. Enggak ada juga yang sampai sakit gara-gara masakanku. Temen-temen kantor juga enjoy saat aku bawa masakan. Bahkan kadang mereka bertanya kenapa aku enggak bawa masakan lagi. Itu berarti rasanya lumayan enak kan.  Jadi tambah semangat belajar masaknya!!!

Ini beberapa contoh masakanku :*

cheesecake oreo

puding lava


Kado yang Tak Salah

April 05, 2016

Menurutku kado buat cowok itu syusaaah... . Barangnya standard gitu. Enggak ada pernak-pernik lucu. Pernah sih lihat asbak atau pemantik api yang lucu. Tapi kalau beli itu berarti aku mendukung kegiatan merokok dong. Nooo!! Setiap kali ada pria di sekitarku yang ultah, pasti bingung cari kado. Googling dan hasilnya ya dompet, baju, celana, topi. Hadeuh.. Bosen ahh tiap ngado macam itu.


giveaway

Kangen Kamu yang di Bandung

February 29, 2016



Jujur ya, setiap kali mendengar kata Bandung, aku langsung baper. Enggak ada alasan khusus sih. Cuma dulu pernah punya temen yang tiap bahas Bandung, dia selalu teringat ke mantannya. Trus cerita macem-macem, ini dan itu. Jadilah sekarang tiap kali ada yang sebut Bandung, aku jadi gimanaa gitu. Baperan aku mah orangnya.

Menurut pribadiku, Bandung itu kota yang menyenangkan dan dingin. Jauh banget sama Solo. Kalau pulang dari Bandung, kulitnya pasti bersihan. Soalnya airnya Bandung tuh ngikutin cuaca. Cuaca panas, air ikut anget. Sedangkan kalau dingin, airnya juga ikut dingin. Jadi enggak bikin kulit gosong. Kalau di Solo mah cuaca panas, airnya tetep dingin. Alhasil ya gini deh, agak item.

Popular Posts

Like us on Facebook

kumpulan-emak-blogger

Flickr Images