Kado yang Tak Salah

April 05, 2016

Menurutku kado buat cowok itu syusaaah... . Barangnya standard gitu. Enggak ada pernak-pernik lucu. Pernah sih lihat asbak atau pemantik api yang lucu. Tapi kalau beli itu berarti aku mendukung kegiatan merokok dong. Nooo!! Setiap kali ada pria di sekitarku yang ultah, pasti bingung cari kado. Googling dan hasilnya ya dompet, baju, celana, topi. Hadeuh.. Bosen ahh tiap ngado macam itu.


giveaway

Kangen Kamu yang di Bandung

February 29, 2016



Jujur ya, setiap kali mendengar kata Bandung, aku langsung baper. Enggak ada alasan khusus sih. Cuma dulu pernah punya temen yang tiap bahas Bandung, dia selalu teringat ke mantannya. Trus cerita macem-macem, ini dan itu. Jadilah sekarang tiap kali ada yang sebut Bandung, aku jadi gimanaa gitu. Baperan aku mah orangnya.

Menurut pribadiku, Bandung itu kota yang menyenangkan dan dingin. Jauh banget sama Solo. Kalau pulang dari Bandung, kulitnya pasti bersihan. Soalnya airnya Bandung tuh ngikutin cuaca. Cuaca panas, air ikut anget. Sedangkan kalau dingin, airnya juga ikut dingin. Jadi enggak bikin kulit gosong. Kalau di Solo mah cuaca panas, airnya tetep dingin. Alhasil ya gini deh, agak item.

giveaway

Rahasia Si Ungu Fido

February 20, 2016



Ceritanya aku lagi suntuk banget. Si server terus-terusan perawatan. Entah kapan dia akan sembuh lagi. Daripada pusing mikirin ketidakpastian, lebih baik ikutan pamer isi tas ah. Siapa tahu dapat hadiah.

Aku orangnya setia. Termasuk dalam pemakaian tas. Kalau sudah suka sama satu tas ya akan selalu memakai tas tersebut. Contohnya Si Merah ini. Tas ini sudah menemaniku hampir dua tahun. Dia kupakai ketika ke kantor. Jadi bisa dibilang si Merah ini tas kerjaku.

Hai, Meraah!


Jangan Dilepas Ya ... .

December 17, 2015

Pokoknya pegangin aja terus :D

Foto ini diambil saat peringatan Hari Kartini. Entah tahun berapa, kalau tidak salah saat aku masih TK kecil. Baju dan riasan dilakukan oleh kakak sepupu yang merangkap sebagai guru tari. Diambil di sebuah studio foto setelah peringatan Hari Kartini di Taman Satwa Taru Jurug. Enggak paham juga kenapa karnaval kok di kebun binatang. Padahal biasanya berlenggak lenggok di jalan. 

Btw fotonya kurang jelas? Memang. Karena foto di blog ini hasil foto yang difoto lagi. Mengambil salah satu koleksi dari album foto. Ada dua pengambilan foto hari itu. Yang satu fotoku bersama mama dan papa dan yang lain ya foto ini. Sebetulnya setelah foto bertiga, Mama dan Papa berniat mengambil fotoku sendiri. Kan cantik tuh ya, terus dipajang di dinding. 

giveaway

Kece Bersama Online Shop

December 09, 2015

Di zaman internet sekarang, segala sesuatu terasa mudah. Cari hiburan, lihat peta, tinggal online, ketik-ketik, ketemu deh yang dimau. Bahkan belanja pun bisa dilakukan lewat online. Enak banget kan tuh, enggak perlu repot bawa barang soalnya si barang yang akan datang sendiri ke rumah. Dianter om delivery sih.

Untuk urusan belanja online ini, aku termasuk golongan yang anti. Alasannya sih simple. Takut dibohongin. Kan banyak tuh ya cerita tentang penipuan. Mulai dari transfer tapi barang enggak dikirim atau dikirim tapi tak sesuai pemesanan. Karena alasan itulah aku selalu menyempatkan waktu khusus berbelanja. Trus pulang-pulang rempong bawa banyak plastik belanjaan. 


Ternyata yang Seperti Ini ...

October 18, 2015

Saya tahu berjilbab adalah perintah Allah. Saya paham jika hal tersebut tertulis dengan jelas di Al Qur'an. Saya baca kok. Tetapi, saya belum siap untuk berjilbab. Lebih baik menjilbabi hati dulu. Kalau udah beres, baru deh pakai jilbab. Yah, paling enggak kalau sudah nikah deh jilbabannya. Posisi udah aman.

Itu adalah alasan klise yang saya sampaikan ketika beberapa teman menasehati saya untuk menutup aurat. Mereka enggak secara frontal sih nyuruhnya, tetapi sering banget berkata jikalau, seandainya kamu pakai jilbab, pasti kelihatan lebih oke. Lebih keren. Lebih cantik dan berbagai pujian yang lain.

What Movie Are You: Kasih Nenek Sepanjang Masa

October 15, 2015

Ngomongin soal film selalu membuatku semangat. Soalnya aku termasuk pecinta film. Tak ada genre tertentu sih. Aku bisa menikmati segala jenis film kok. Mulai yang lokal, interlokal, komedi atau horor. Eh tapi, ada satu sih yang aku enggak begitu suka. Film action yang asli action doang. Sebel aja liat darah dan orang tonjok-tonjokkan. Hehe...

Nah, gara-gara GA Mbak Evrina nih, aku jadi mengingat-ingat film yang berkesan. Ada beberapa sih sebetulnya. Tapi pilihanku jatuh di sebuah film Korea. Tokoh utamanya nenek dan cucunya. Termasuk film jadul dan aku lupa judulnya. *LOL Syukurlah ada Mbah Google yang bisa menjawab segala pertanyaan. Gampang untuk menelusuri judul film. Jauh lebih gampang dibanding menelusuri isi hatimu *eeaaa... Dan film ini adalah ... The Way Home (Jiburo).

Seingatku pertama lihat di sebuah televisi swasta yang berlogo ikan terbang. Di beberapa review ditulis tahun 2002. Karena mau membahas film itu, enggak afdol dong kalau enggak lihat lagi. Tengoklah ke youtube dan film ini dengan suksesnya membuat airmataku jatuh (lagi) . Tiga kali lihat, tiga kali dibuat mewek. Emang ya film Korea jago membuai perasaan.

gambar dari google yah

Dikisahkan Sang Woo (7 tahun) yang terpaksa dititipkan ke neneknya di desa. Menjadi single parent tanpa pekerjaan bukan hal mudah bagi sang ibu. Karenanya Sang Woo harus tinggal dengan sang nenek sampai dia mendapat pekerjaan. Dimulailah petualangan Sang Woo si anak kota yang harus hidup di desa dengan seorang nenek yang bisu, bongkok dan tak bisa membaca menulis.


Sangwoo digambarkan sebagai anak kota yang egois, tak sopan, pelit, dan gengsian. Stereotype khas orang kotalah. Saat melihat perlakuan Sangwoo ke neneknya, rasanya ingin menjitaknya. Anak lelaki itu harus diajari sopan santun. Dia tidak mau bersalaman, berkata buruk, dan tidak menghargai sang nenek. Gameboy yang menjadi dunianya. Setiap hari dia sibuk bermain gadget itu. Hingga akhirnya baterai gameboynya habis. Eh, dia malah ngamuk ke neneknya. Apa salah sang nenek coba? Ngerti gameboy aja enggak.


Dalam perjalanan menuju rumah nenek
Tapi ada kalanya tingkah Sangwoo yang bikin tertawa. Contohnya saat Sangwoo tersesat. Dia menangis karena lupa jalan. Akhirnya seorang Pak Tua (tetangga nenek) mengantarnya pulang. Sang nenek sudah menunggu di jalan dekat rumah. Sang Nenek mengajaknya pulang. Tetapi Sangwoo terus menangis. Akhirnya Sang Nenek berjalan meninggalkan Sangwoo.
“Kau mana kemana?” tanya Sangwoo. Dia lalu melangkah menuju rumah dan sang nenek mengikuti dari belakang.

Sangwoo ngambek

potongan rambut ala nenek


Si anak kota jatuh cinta


Walau kelihatannya tak perduli, diam diam Sangwoo perhatian juga. Jemuran nenek diangkat biar enggak basah


Masih banyak hal menarik dari film ini. Banyak pesan yang terselip. Salah satunya tentang pengorbanan orang tua. Sebetulnya apa yang dilakukan orang tua tuh pingin membahagiakan anaknya. Mungkin jadi enggak sreg buat kita karena perbedaan pemahaman. Tapi kita harus tetap menghargai apa yang dilakukan orang tua. Setidaknya berterimakasih. Kalau lihat fisik Sang Nenek, tingkah Sangwoo, hiks... Tega nian Sangwoo. Pokoknya film ini recomended banget deh! Yuk, dilihat.

*semua gambar diambil dari Youtube.*


"Postingan ini diikutsertakan dalam Evrinasp Second Giveaway: What Movie are You?"


Popular Posts

Like us on Facebook

kumpulan-emak-blogger

Flickr Images