Rahasia Si Ungu Fido



Ceritanya aku lagi suntuk banget. Si server terus-terusan perawatan. Entah kapan dia akan sembuh lagi. Daripada pusing mikirin ketidakpastian, lebih baik ikutan pamer isi tas ah. Siapa tahu dapat hadiah.

Aku orangnya setia. Termasuk dalam pemakaian tas. Kalau sudah suka sama satu tas ya akan selalu memakai tas tersebut. Contohnya Si Merah ini. Tas ini sudah menemaniku hampir dua tahun. Dia kupakai ketika ke kantor. Jadi bisa dibilang si Merah ini tas kerjaku.

Hai, Meraah!




Isinya sih simple. Laptop, dompet, tempat minum, dan tempat pensil. Barang-barang itu wajib dan enggak bisa ditinggal di kantor. Jadi ya hilir mudik digendong kemana-mana.

Selain kerja, Merah juga menemaniku saat travelling ke luar kota. Bodi merah yang besar dan berkantung banyak, cocok sekali buat dibawa menginap di kota lain. Sebetulnya dengan kata lain aku sedang curhat hanya punya satu tas ransel. Huks ... .

Berhubung menceritakan Si Merah, postingannya cuma sedikit, aku ceritain juga ya temennya Si Merah yaitu Fido Ungu. Err... Iya, aku memang hobby menamai barang. Biar gampang kalau nyari. *emang benda mati bakal nyaut gitu kalau dipanggil namanya. Dueeeng!

Fido Ungu ini baru sekitar sebulan menemani aktivitasku. Dia menggantikan tugas ransel hitam yang sudah bulukan. (Saking bulukannya, aku enggak sanggup memoto si hitam). Alasan utama aku membeli tas ini karena dia berwarna UNGU. Yes, saya pecinta warna ungu garis keras.


Penampakan depan, tengah, dan belakang


Ukuran Si Ungu pas untukku. Enggak terlalu besar atau kecil. Terdiri dari 1 kantong depan, 1 kantong utama, 1 kantong belakang, dan 2 kantong dalam. Muat buat tab. Ada kantong hapenya juga di dalam.

Isi kantong-kantong si ungu ini enggak spesial-spesial amat sih. Mari, kita bongkar! *berasa jadi seperti artis-artis inpotemen yang kesidak nih. Hoho... . *

Kantong depan yang berisi beberapa lap alias tisu. Ada tisu basah, tisu wajah, hand sanitizer, dan tak lupa tusuk gigi. Isi tas kantong depan ini, jaraaaang banget keluar dari tas kalau enggak terpaksa. Mereka adalah penghuni tetap. Kalau sampai ada yang keluar terus ketinggalan, pasti akan terjadi kerempongan.

Next kantong utama. Di dalam kantong ini ada tiga kantong. Kantong pertama buat tempat hape, bolpoin,dan terkadang charger atau powerbank. Kantong kedua diisi barang-barang portable. Contohnya sih makanan, minuman atau dompet. Yang ketiga isinya spesial, yaitu tiket dari sebuah pusat permainan.

Meskipun umur sudah jauh dari masa balita, aku masih punya hobi bermain di pusat permainan gitu. Bermain disana bisa melepas kepenatan. Lumayanlah, bermodal sepuluh ribu sudah bisa main sekitar empat atau lima permainan. Nanti dapat tiket yang bisa ditukar barang-barang. Tahun lalu, penukaran tiket menghasilkan jepit rambut kecil, rautan, tip-ex, hiasan pensil, dan ikat rambut. Semua kupakai untuk hadiah murid ter-OK.

Lanjut ke kantong berikutnya, yaitu si bontot yang terletak di belakang. Kantong yang terhubung dengan kancing. Isi kantong ini cuma satu. Kunci! Jadi enggak perlu buka-buka tutup kantong. Tinggal rogoh dan ketemu. Maklumlah, aku orangnya pelupa akut. Sering binggung mencari kunci. Bahkan enggak jarang mengeluarkan semua isi kantong hanya untuk menemukan kunci. Untunglah ada Si Ungu yang memberi solusi lewat kantong tak berpenutupnya.


Rahasia Fido yang Terbongkar

Eh, ada yang ketinggalan. Sebagai wanita ada kalanya aku genit. Dan biasanya kegenitan itu kusimpan di kantong dalam ketiga bersama para tiket. Standar kok modal cantiknya. Cuma bedak, sunblock, pelembab bibir, dan lipstik.

Aku memang kurang suka dandan. Tergantung mood hari itu. Adakalanya aku sangat genit dengan memakai berbagai ini dan itu. Tapi ada kalanya aku benar-benar malas. Cuek saja keluar tanpa mengoleskan sesuatu di wajah. Bahkan setepuk bedak sekalipun.


Dan begitulah isi tasku. Kira-kira dari isi tas, bisa Anda tebak kepribadianku? Eeeeaaa... .





Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran