16 Juni 2013 - Episode Operasi

Semua orang yang mengelilingiku mulai keluar ketika seorang perawat memasuki ruangan. Dengan sigap dia menggunting bajuku dan menggantinya dengan baju operasi. Dan aku semakin sadar bahwa aku tidak sedang bermimpi. Tak lama beberapa orang memasuki ruangan mereka mendorong tempat tidurku. Jantung berdegup semakin cepat dan aku terus mengulang ulang kata yang sama. Maaf.. Maaf dan Rima yang salah ya.

Mereka terus mendorongku hingga tiba di depan pintu lift. Ada sebuah tempat tidur kosong di sebelah. Seorang perawat memberi tahuku, "Tahan ya ini nanti sakit." dan tak lama beberapa orang mengangkat tubuhku dan aku mengerang kesakitan. Rasanya begitu luar biasa... tak lama mereka memasukkanku ke dalam lift dan menuju sebuah ruangan. Cukup lama aku ada di ruangan itu sendiri.

Katanya dokternya belum datang. Jam sudah menunjukkan pukul 4 lebih. Aku juga menolak dipanggilkan orang tuaku. Aku hanya sendiri. Masih mencoba mengingat apa yang terjadi. tapi tidak bisa dan saat itu aku baru sadar, bukan hanya kakiku yang dibindai tetapi juga tanganku. Kepalaku terasa begitu berat dan mulai mengantuk.

Tak berapa lama datang beberapa orang yang kembali memindah tubuhku ke sebuah tempat. Aku tidak bisa mengingat dengan baik karena rasanya berat kepalaku. Ada suara di sampingku yang berkata " nanti kamu saya bius lokal ya."
Saya bertanya, "kenapa?"
Suara itu menjawab " kamu mengalami benturan. Saya tidak berani."
Dan saya semakin sadar kondisi saya parah. "Tolong satu ampul. " sekilas saya mendengar suara itu bicara "Sakit dikit yaa."
"Kakinya diangkat kerasa ?" tanya suara itu
"Masih." Aku sempat melirik dan melihat kaki kananku diangkat.
"Sudah agak berat ya, Dek?"
"Iya.. " jawabku pelan.

Saat memasuki ruangan operasi saya  mendengar suara alunan ayat suci Al Quran. dan ketika dokter mulai melakukan tugasnya sempat terdengar iklan dan jingle sebuah radio di Solo.Kemudian terdengar Melly Goeslaw.Saya tak ingat judul lagunya. Tapi saya tau itu suara Melly Goeslaw.

Disisi lain aq mendengar suara bor lalu dokter menyebut beberapa angka. Sementara saya mendengar suara yang kebingungan mau menghubungi istrinya. Terdengar suara kekhawatiran dokter pada istrinya yang hamil besar dan ada di sebuah mall sendirian. Semakin lama aku merasa semakin mengantuk dan tiba -tiba ada suara yang sama yang bertanya,

"Ngantuk ya dik...Cerita yuk.. "
"Nama ayah dan ibu siapa?"
Aku tidak begitu ingat pertanyaan-pertanyaan apa saja yang disampaikan dokter itu. Dia lebih banyak bertanya tentang kehidupan pribadi. Menanyakan pacar dan yang paling kuingat dia menanyakan berat badanku. Dan berkata aku terlalu kurus.

Tak lama dokter itu pergi dan aku baru tahu bahwa ada dua dokter disana, Anestesi dan SPOT. Tempat tidurku didorong lagi dan aku memasuki sebuah ruangan. Sepertinya ruangan X-Ray dan selanjutnya dibawa ke sebuah ruang yang sangat dingin. Sendirian berada di ruang dingin itu, cukup lama.

Kembali saya berpikir tentang banyak hal dan ketakutan itu muncul lagi. Astagfirullah... berulang kali kata itu saya ucapkan. Tiba-tiba saya merasa lebih tenang dan beberapa perawat masuk mendorongku kembali ke kamar. Saat perjalanan menuju kamar perawatan, aku melihat keluarga. Ada dua ponakan  dan seorang teman. Aku sempat heran kenapa dia bisa ada di sini. Tapi kepala terlalu berat tuk berpikir dan lelah. Saat mereka memindahkan tubuh ke tempat tidur, Tidak terasa kesakitan sama sekali, berbeda dengan tadi. Aku hanya merasa lelah dan mengantuk.

Mungkin jika aku tidur akan lebih baik. Ini hanya mimpi dan ketika terbangun aku akan baik-baik saja. Aku akan berada di kamarku dan menjalani hari seperti biasa. Mungkin...

Popular posts from this blog

FACIAL SENDIRI? WHY NOT!

Memasak Ala Single

Nikmati Citarasa Kari Khas Jepang di A&W Restoran